Akademisi Pasca Sarjana Unwar Prof. Dr. Ir. I Gede Suranaya Pandit, MP
Akademisi Pasca Sarjana Unwar Prof. Dr. Ir. I Gede Suranaya Pandit, MP

DENPASAR, balipuspanews.com – Memasuki pola kehidupan baru atau yang disebut Bali New Normal di tengah pandemi Corona ini, Akademi Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) Prof. Dr. Ir. I Gede Suranaya Pandit, MP., melihat pertanian memegang peran penting dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia, khususnya Bali.

Selama ini Bali hanya bergantung pada sektor pariwisata, tentu akan mengalami pelemahan laju ekonomi di tengah pandemi Corona saat ini, sebagai turunan dari sektor pariwisata, pertanian juga terkena dampak dan beberapa komoditi yang diimport dari luar tentu mengalami hambatan.

Suranaya Pandit menyebut, untuk menghasilkan hasil pertanian yang berkualitas dan memenuhi permintaan, tentu hasil pertanian ini dilahirkan dari Sumber Daya Manusia (SDM ) yang handal dan memiliki keilmuan yang mengerti dan mampu menerapkan teori dan praktek.

Pihaknya mengajak untuk para lulusan S1 Pertanian, perikanan, peternakan dan Agronomi untuk bergabung di Magister Sains Pertanian (MSP), di mana Prodi ini sangat diminati kedepan di bidang managerial menengah sangat dibutuhkan bidang Sains Pertanian.

Dengan bergabung di Magister MSP ini, membuka peluang kepada alumni dari segala ilmu untuk menambah wawasan atau keilmuan, kedepan dalam menghadapai Covid, pertanian memegang peran penting, tidak tergantung import dan mampu menjadi daerah swasembada pertanaian dalam arti luas dan dapat mengelola pertanian.

“Kita tidak tergantung dengan negara lain lagi, dimana saat ini beberapa kebutuhan masih mengimport, dengan mewujudkan pertanian, kita bisa maju dan bisa berdikari,” tegas Pendit.

Selama ini, lanjut Pendit, mungkin pertanian hanya diproduksi secara manual, kedepan bisa ditingkatkan grade agar mampu menghasilkan produk pertanian agronomi, peternakan, perikanan dan pengolahan hasil pertanian dengan teknologi agar mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas untuk pariwisata.

Di Srata II MSP ini mahasiswa akan digodok, dalam menggeluti bidang pertanian akan mengarahkan konsentrasi risetnya, sehingga menjadi ilmu yang berwawasan luas karena nanti diberikan ilmu secara umum hingga ilmu pertanian secara luas.

Sehingga tidak ada keraguan dalam rangka menggunakan hasil pertanian dalam negeri, Bali pada khususnya, karena hasil produksi dari hasil pertanaian lokal mampu bersaing dan mampu memenuhi kebutuhan.

Dirinya mengajak untuk meningkatkan kualitas SDM dan produk pertanian untuk menempuh pendidikan di Magister Sains Pertanian Pascasarjana Unwar, dengan menempuh waktu yang sangat singkat, dengan waktu 1,5 tahun dan rata-rata bisa menamatkan 2 tahun dan paling lambat 4 tahun.

“Prodi ini kami buka mulai akhir Agustus dan pendaftarannya secara online. Bagi para alumni yang berasal dari seluruh sarjana ilmu pertanain, perikanan, peternakan, ilmu teknologi pangan, dan Agronomi, termasuk dari prodi eksakta lainnya seperti Mipa, dan Fisika untuk bisa bergabung Magister Sain Pertanian, Prodi ini sangat diminati kedepan,” tandas Pendit mengakhiri.

PENULIS : Nengah Budiarta

EDITOR : Oka Suryawan