19/09/2020, 8:42 AM
Beranda Bali Denpasar Bali Rencananya Dibuka Bertahap Mulai 9 Juli, Dewan Bali Ingatkan Pemprov Lihat...

Bali Rencananya Dibuka Bertahap Mulai 9 Juli, Dewan Bali Ingatkan Pemprov Lihat Situasi Covid-19

DENPASAR, balipuspanews.com – Sektor Perekonomian Bali direncanakan akan kembali dibuka dalam waktu dekat ini.

Kebijakan tersebut dicetuskan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Pembukaan rencananya akan diawali pada 9 Juli mendatang untuk warga lokal, kemudian berlanjut pada Agustus untuk domestik dan September bagi mancanegara.

Ditemui di Sekretariat DPRD Provinsi Bali, Senin (22/6/2020), Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, rencana dibukanya Pulau Dewata tentu perlu melihat situasi Covid-19 di negara lain.

Karena sebaliknya, Singapura justru masih akan menutup diri sampai akhir 2020 ini.

“Jangan lupa, Singapura itu strategis di Asia Tenggara karena hub penerbangan seluruhnya. Kita tidak tahu policy dia terkait dengan transit bagaimana situasinya,” ujarnya.

Selain Singapura, Australia juga masih akan menutup diri selama tiga bulan ke depan, dan kemungkinan dibuka pada Oktober mendatang.

Nantinya, jika Australia membuka diri, bisa saja Bali menargetkan wisatawan dari negara tersebut. Hal itu bisa dilakukan kalau Bali berhasil menangani pandemi Covid-19 selama tiga bulan ke depan.

“Juli, Agustus, September ini berhasil tidak kita menangani ini (Covid-19),” kata dia.

Gung Adhi, begitu sapaan akrabnya, menilai bahwa penanganan Covid-19 bukan sekadar menurunkan transmisi lokal, tetapi harus mengukur penerapan protokol kesehatan dan motivasi masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan.

“Ada dua hal yang harus dihitung atau diukur, baru mereka percaya,” sebutnya.

Sementara itu, Gung Adhi menuturkan, esensi dari dunia pariwisata sebenarnya adalah mengukur nilai mata uang.

“Esensinya adalah take and give, kita mengirim, dia juga masuk. Kalau tidak (mengirim) tidak akan terjadi,” kata Politisi PDI-Perjuangan itu.

Dirinya melanjutkan, suatu negara pasti akan menghitung wisatawan dari negara mana saja yang bisa masuk ke wilayahnya. Mereka juga akan memprioritaskan warganya untuk berkunjung ke negara lain yang wisatawannya sudah bisa masuk ke negaranya.

“Esensinya di sini adalah menjaga mata uang. Pergerakan manusia itu antara negara, itu dikaitkan dengan directly terkait currency,” terangnya.

Sehingga, Gung Adhi menilai bahwa sudah menjadi kewajiban bagi Pemprov Bali untuk membuat ukuran protokol kesehatan dan motivasi penerapan protokol di masyarakat.

Dilihat pula dari hasil survei yang dilakukan oleh Kemenparekraf, jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia, Bali menjadi wilayah yang paling diinginkan untuk dikunjungi oleh masyarakat dari Belanda, Australia dan Jerman.

“Hanya saja ini kan baru sekadar keinginan dari masyarakatnya semata, sementara pemerintah di negara tersebut belum mengijinkan warganya untuk melakukan perjalanan ke luar negeri,” imbuhnya.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Putu Artayasa

- Advertisement -

Gali Lubang Pondasi, Dua Buruh asal Sumba Tewas Tertimbun

GIANYAR, balipuspanews.com - Akhir hidup yang cukup tragis menimpa dua buruh proyek asal Sumba, NTT. Keduanya tewas tertimpa longsoran tanah saat menggali pondasi bangunan...

Dapat Info Terkait Adanya Tajen, Polsek Banjar Langsung Grebeg Lokasi

BULELENG, balipuspanews.com - Pelaksanaan kegiatan judi sabung ayam (tajen) jelas dilarang sesuai pasal 303 KUHP, berdasarkan hal itu pihak kepolisian terus mengadakan pemantauan terhadap...
Member of
Dewan Pers

Download Balipuspanews
Google Play