Bali Spesial, Klungkung Dipilih Tempat Bertemu Kerajaan se-Nusantara

Para Inisiator Festival Adat Budaya Nusantara I saat melaksanakan jumpa pers
Para Inisiator Festival Adat Budaya Nusantara I saat melaksanakan jumpa pers

DENPASAR, balipuspanews.com – Bali mendapat kehormatan dari organisasi masyarakat adat nusantara (Matra ). Pasalnya Pulau Dewata dipilih sebagai tempat pertemuan kerajaan se-Nusantara yang diikuti oleh sidikitnya 211 kerajaan yang bakal digelar 18 hingga 19 Agustus mendatang.

Pertemuan kerajaan se-Nusantara ini dibalut melalui kegiatan Festival Adat Budaya Nusantara I yang pertama digelar dengan memilih lokasi di Bali dan Puri Klungkung pada Khususnya selaku tuan rumah.

Dipilihnya Bali, khususnya Puri Klungkung bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan pertemuan raja nusantara pada tahun 1929 dilaksanakan di Bali. Kali ini pertemuan raja se-Nusantara sebagai bentuk penghormatan atau mengulang sejarah kerajaan masa lalu.

Ketua Umum DPP Matra Kanjeng Gusti Pangeran Aryo (KGPPA) atau Mangku Alam II mengungkapkan dalam konferensi pers yang digelar Minggu (7/8/2022) di kawasan Renon, Denpasar, Festival Adat Budaya Nusantara I digelar bertujuan untuk memperkuat silahturahmi kerajaan, maupun menggali potensi ekonomi kerajaan.

Baca Juga :  Jaga Kenyamanan, Polsek Kubu Tertibkan Knalpot Brong

Alasan inilah menggugah rasa keprihatinan Matra menginisiasi pertemuan kerajaan nusantara, disamping juga dibalik gerusan globalisasi kerajaan yang sudah mulai terpengaruh perkembangan budaya maupun sosial ekonomi.

Mangku Alam menambahkan, ajang ini sebagai eksistensi untuk mengembalikan semangat kerajaan nusantara pada zaman dahulu.

Menariknya, pertemuan kerajaan se-Nusantara nanti juga dihadiri kerajaan dari negara luar seperti dari Filipina, Vietnam, Jepang, Singapura dan beberpaa negara sahabat lainnya turut meramaikan pertemuan kerajaan nanti yang berpusat di alun-alun Kota Semarapura tepatnya di depan Puri Klungkung.

Dalam kesempatan sama Presiden Janesia KPH Harno Suryo Diningrat senada dengan Matra. Sebagai asosiasi yang bergerak dan berfokus di bidang penyelamatan Budaya, lingkungan demi keseimbangan alam semesta ini.

Baca Juga :  Digitalisasi Beri Kemudahan Picu Investasi Makin Diminati Anak Muda

Disamping itu, Harno sapaan Suryo Diningrat, mensupport acara Festivaal Adat Budaya Nusantara I dinilai sebagai ajang pengembalian jatidiri kerajaan se-nusantara yang pernah berjaya dieranya masing-masing sekarang saatnya dipertemukan untuk mendapatkan gagasan-gagasan.

“Pelestarian Adat dan Budaya di Bali patut ditiru. Bali sangat kuat dalam menjaga adat, budaya, maupun alamnya. Pusat kerajaan di Bali pada zaman dahulu yaitu berpusat di Kerajaan Gelgel yang berada di Klungkung. Semangat puputan dan tokoh besar Kebo Iwa yang ada di Bali ini juga patut ditiru dan dihormati,” tegas Harno.

Di lain sisi, founder OORTH Krishna Adityangga mengatakan mengaprasiasi kegiatan ini dan dipilihnya OORTH sebagai starup digital dalam program digitalisasi aset-aset kerajaan nusantara dalam bentuk NFT. Pihaknya bangga sebagai startup digital anak bangsa digandeng sebagai operator dalam kegiatan ini.

Baca Juga :  Program Atma Kerti, 600 Permohonan Menunggu Realisasi

“NFT heritage berperan memberikan solusi menjaga aset-aset secara digital dan memberikan value digital,” pungkas Krishna.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
balipuspanews android aplikasi
sewa mobil termurah dibali
sewa motor matic murah dibali