Rabu, Juni 3, 2026

Bandeng Premium Buleleng Tembus Pasar Internasional

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Jenis ikan bandeng menjadi salah satu komoditas yang tengah dibudidayakan di kawasan lepas pantai Desa Sumberklampok sejak enam bulan terakhir. Kini, hasilnya sudah mulai dipanen sekaligus telah dilirik dan diekspor ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Filipina.

Proses budidaya dilakukan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bunga Indah di bawah binaan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Buleleng. Bibit bandeng (nener) dipilih dan dipelihara oleh sumber daya manusia (SDM) lokal ahli dengan masa pemeliharaan selama hampir enam bulan, atau tepatnya 5 bulan 17 hari, hingga siap dipanen.

Pada panen perdana, ikan yang berhasil diangkat diperkirakan mencapai 3 ton dengan klasifikasi berat kisaran 3-4 ekor perkilo dari total 16 kolam aktif. Keseluruhan hasil panen diperkirakan memiliki potensi sebanyak 8 ton panen ikan bandeng dengan ukuran siap ekspor.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra yang beberapa hari lalu berkesempatan ikut panen bandeng di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Sumberklampok mengatakan budidaya ini, selain diperuntukkan untuk mendukung ketahanan pangan sesuai kebutuhan, juga didorong untuk memberikan nilai ekonomi yang lebih kepada petani dan nelayan yang ada di Desa Sumberklampok.

BACA :  Bupati Adi Arnawa Pimpin Sosialisasi Program Beasiswa 'Nak Badung' Tahun 2026

“Mudah-mudahan keberhasilan ini menjadi contoh atau model yang memotivasi kelompok-kelompok lainnya dalam mengembangkan budidaya ikan bandeng, khususnya di wilayah Kecamatan Gerokgak,” ujar dia.

Melihat potensi besar, Sutjidra menegaskan Pemkab Buleleng berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan sektor tersebut. Bahkan sekarang tercatat ada lebih dari 60 kelompok nelayan yang aktif dan turut serta mendukung budidaya ikan bandeng dengan menargetkan kejayaan sektor perikanan lokal. Bahkan Ia mengukuhkan wilayah tersebut sebagai sentra produksi utama atau “Kampung Bandeng” yang diakui secara nasional.

Disisi lain, Kepala DPKPP Kabupaten Buleleng Gede Melandrat menyampaikan komoditas yang ditebar sejak Desember lalu ini berhasil dipanen dalam waktu 5–6 bulan berkat kondisi air laut mendukung. Proyek demplot percontohan tersebut ditegaskan bertujuan memaksimalkan potensi laut demi ekonomi masyarakat pesisir.

“Tidak hanya berfokus di sektor hulu, ini juga mendorong hilirisasi melalui unit usaha bandeng cabut duri guna mendongkrak nilai jual produk. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengedukasi nelayan agar wilayah Gerokgak sukses menjadi pusat budidaya bandeng premium,” tandasnya.

BACA :  Sinergikan Potensi Pariwisata, Senator Irman Gusman Puji Kabupaten Badung dan Kota Denpasar

Penulis : Nyoman Darma 
Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular