awak media ini bersama Yan Amo
Awak media ini (pakai topi) bersama Yan Amo, pemilik warung Umah Kebo

TABANAN, balipuspanews.com – Berjualan menjadi salah profesi yang jarang ditekuni atau terkesan “dijauhi” oleh semeton Bali, termasuk pula bagi semeton Tabanan. Meski jarang, beberapa diantaranya berani menjatuhkan pilihan berdagang sebagai sandaran untuk meraup rejeki.

Satu diantaranya yang memilih berdagang yakni Wayan Tapa Sudharma, lajang asal Banjar Delod Rurung, Desa Dauh Peken, Tabanan. Pilihan produk yang dijualnya juga unik, yakni kuliner berbahan baku daging kebo atau kerbau. Seperti lawar, sate dan gulai kerbau.

sewa motor matic murah dibali

Saat awak media ini menemuinya di warung sekaligus rumah keluarga besarnya yang berlokasi di Jalan Gajah Mada Gang IA nomer 4 Tabanan pada Rabu (5/6), pemilik sapaan Yan Amo menceritakan usaha ini ditekuninya sejak tanggal 12 Mei 2019 lalu.

“Usaha ini baru saya buka tiga minggu lalu. Masih uji coba,” ungkapnya.

Meski diakuinya masih tahap uji coba, nyatanya semua menu yang tersedia di warung yang dinamainya warung Umah Kebo Nang Darma ini cita rasanya enak, nikmat dan cocok dengan lidah masyarakat lokal.

Yan Amo mengatakan, pilihannya berjualan sate kerbau ini karena beberapa alasan. Yakni melihat peluang belum ada usaha yang sejenis. Ia juga ingin mengubah paradigma bahwa daging kebo alot, keras, susah didapat dan harganya mahal.

“Usaha ini juga sebenarnya untuk mengajak masyarakat mengurangi mengkonsumsi daging sapi,” imbuhnya.

Bahan bakunya sendiri merupakan daging kerbau yang diimport dari India yang kwalitasnya setara dengan daging sapi Australia. Import daging kerbau India ini sendiri merupakan program Presiden Jokowi untuk menstabilkan harga daging sapi.

Ada jawaban yang menggelitik yang disebutkannya ketika awak media ini menanyakan keberaniannya memilih sebagai pedagang. Yakni berdagang baginya sebagai sebuah cara menangkap peluang dalam bangganya jadi orang Tabanan. Artinya, sebagai pemuda Tabanan ia melihat berdagang merupakan potensi dan peluang yang menjanjikan. Iapun ingin agar generasi muda Tabanan berani berdagang untuk menjadi insan-insan yang mandiri dalam perekonomian.

“Ayo bangga jadi nak Tabanan dengan salah satu caranya berani berdagang dengan produk-produk yang inovatif dan kreatif,” ajaknya.

Nyatanya, meski terbilang usaha rintisan, konsumen yang mengunjungi warungnya cukup ramai. Tidak saja dari kalangan warga Tabanan, namun juga dari luar Tabanan. Seperti dari Badung, Denpasar, Jembrana dan Gianyar.

Mau bangga jadi orang Tabanan atau bangga jadi orang Bali. Mulailah dari mandiri secara ekonomi dengan salah satu caranya berdagang. Seperti berjualan sate kebo yang dirintis Yan Amo ini. Salam ngok. *rah