Bangkitkan Pariwisata Nusa Penida, Bupati Suwirta Serahkan Stimulus Dana Hibah ke Pelaku Pariwisata

Bupati Suwirta menyerahkan stimulus dana hibah kepada Mahagiri Lembongan dan PT. Bali Cruise Nusantara dalam acara Nusa Penida BISA
Bupati Suwirta menyerahkan stimulus dana hibah kepada Mahagiri Lembongan dan PT. Bali Cruise Nusantara dalam acara Nusa Penida BISA

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, I Gede Putu Winastra menyerahkan stimulus dana hibah ke pelaku pariwisata dalam acara Nusa Penida BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) di Objek Wisata Klingking, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Sabtu (28/11/2020).

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dalam sambutannya mengatakan pemberian stimulus dan hibah ini diberikan kepada pelaku wisata yang sudah membayar pajak dan berijin.

“Ini sebagai bentuk respon pemerintah untuk memberikan penguatan dan semangat dengan mengembalikan pajak yang sudah dibayar selama ini yang digunakan untuk promosi pariwisata, memperbaiki saranan dan prasarananya, serta untuk memenuhi kebutuhan membayar gaji pegawai,” ujar Bupati Suwirta.

Bupati asal Ceningan berharap agar dana hibah dapat digunakan dengan maksimal.

“Mudah-mudahan ini bisa digunakan dengan maksimal, sehingga dalam menuju kebangkitan pariwisata kita, para pelaku pariwisata sudah siap bangkit dengan dana stimulus ini. Apa yang kita alami sekarang ini akan menjadi pelajaran yang penting sekali. Jangan habiskan tenanga kita untuk berselisih paham, mari bersama-sama kita membangun, mari kita bersatu, dengan bersatulah semua permasalahan akan bisa diselesaikan,” harap Bupati Suwirta.

Pihaknya menambahkan, program Nusa Penisa Bisa (Bersih Indah Sehat Aman) ini sebagai implementasi pelaksanaan akomodasi yang kita miliki sudah siap menerima kunjungan wisatawan dengan menerapkan CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, aid Environment Sustainability) dengan pesona yang indah dan alam yang bersih.

“Dengan kegiatan Nusa Penida BISA pelaku pariwisata maupun masyarakat Nusa Penida mampu menerapkan protokol kesehatan melalui 3M (mencuci tangan, memakai Masker, dan menjaga jarak) serta tetap menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan,” ujar Bupati asal Nusa Ceningan ini.

Lebih lanjut Bupati Suwirta meminta kepada pelaku pariwisata agar lebih taat menerapkan protokol kesehatan.

“Wisatawan sangat taat akan protokol kesehatan, kita selalu masyarakat nusa penida dan pelaku pariwisata harus taat terhadap protokol kesehatan ini. Jangan harap tamu-tamu mau datang kalau di Nusa Penida tidak taat melalukan protokol kesehatan, wisatawan akan melihat ketaatan kita melakukan protokol kesehatan. Mari sama-sama lakukan protokol kesehatan, tidak hanya untuk diri kita sendiri melainkan orang banyak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, AA Putra Wedana menjelaskan berdasarkan SK Bupati sudah ada 20 hibah yang dicairkan.

Pemberian dana hibah dilakukan sesuai pajak yang dibayarkan tahun 2019. Dana hibah berasal dari Pemerintah Pusat ini disalurkan ke APBD Kabupaten dan diberikan kepada pelaku industri pariwisata yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Jumlah dana hibah yang diterima Klungkung sebesar Rp. 9,7 Miliar. Dari jumlah tersebut 70 persen diberikan untuk pelaku industri pariwisata. Sedangkan sisanya untuk pemerintah daerah dalam program pemulihan ekonomi nasional.

“Sudah ada 90 hotel dan 30 restoran yang menerima dana hibah pariwisata di Klungkung. Besaran dana hibah yang diberikan bervariasi. Ada yang mendapatkan dana hibah Rp. 490 Juta hingga terendah Rp. 16 ribu,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, AA Putra Wedana.

Lebih lanjut dijelaskan, hibah paling tinggi di Klungkung diterima restoran di Pulau Nusa Lembongan mencapai Rp. 497.261.439. Sementara paling kecil diterima oleh sebuah hotel di Pulau Nusa Gede (Nusa Penida) yang hanya sebesar Rp16.543. hibah diserahkan secara simbolis kepada, Mahagiri Lembongan dan PT. Bali Cruise Nusantara.

Penulis/Editor : Roni/Budiarta