Jumat, Februari 23, 2024
BerandaGianyarBangkitkan Perekonomian Desa, 62 di Gianyar Desa Hidupkan BUMDes

Bangkitkan Perekonomian Desa, 62 di Gianyar Desa Hidupkan BUMDes

GIANYAR, balipuspanews.com – Dari total 64 Desa serta 7 Kelurahan yang ada di Kabupaten Gianyar, sebanyak 62 Desa sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dimana dengan adanya BUMDes di masing-masing desa ini dapat menampung produksi lokal. Hal ini diungkapkan oleh Tenaga Ahli Bidang Perekonomian Setda Gianyar, I Nyoman Sugiarta, Selasa (2/3/2021).

Selama ini, hampir semua BUMDes yang ada dapat berjalan dengan baik. Namun diakuinya bahwa pandemi Covid-19 ini memberikan dampak terhadap pendapatan.

“Sudah berjalan dengan baik pada umumnya, akan tetapi karena mewabahnya pandemi Covid-19 mengakibatkan pendapatan BUMDes ini mengalami penurunan,” ujarnya.

Ditambahkannya, BUMDes terus mendapat pembinaan di masing-masing Desa dengan melibatkan instansi terkait. Peran BUMDes diharapkan semakin maksimal agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Desa.

“Yang membanggakan, Gianyar saat ini sudah memiliki holding, dimana 50 BUMDes bersatu dalam BUMDes Gianyar Aman Sejahtera, ini satu-satunya di Bali,” ungkap Sugiarta.

Holding Gianyar Aman ini membuat gudang bersama dan menyuplai barang ke semua BUMDes.

“Kita sudah membentuk Bumdes bersama dalam upaya mendorong kemajuan Bumdes,” tambahnya.

BACA :  Melambung Dua Kali Lipat, Juliarta Fokus Dua Pembangunan di Klungkung

Dengan menjual produk warga setempat, termasuk kebutuhan upacara dan material pembangunan, maka perputaran ekonomi bisa dirasakan masyarakat.

“Manfaatkan potensi Desa, termasuk pengembangan Desa Wisata dari BUMDes,” tambahnya.

Disamping itu, agar kegiatan di Desa dan Desa Adat, bisa melibatkan BUMDes.

“Ya, mulai mengarah ke usaha modern, agar tidak tertinggal,” harapnya.

Secara terpisah, Perbekel Kerta I Made Gunawan mengungkapkan, di Desa Kerta Payangan, pengadaan barang kebutuhan Desa disediakan oleh BUMDes. Bahkan, saampai pengadaan bahan pembangunan.

Menurut Gunawan, pengadaan bahan bangunan disiapkan BUMDesa dengan melakukan kerja sama dengan toko bangunan, dan sopir truk yang biasa menyuplai material bangunan yang ada di Desa Kerta.

“Ini kami lakukan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dikatakannya, pemilik toko senang dilibatkan dalam pembangunan desa. Walau keuntungan mereka lebih kecil, tapi pembayaran lebih pasti dan bisa menjual barang dengan volume yang lebih besar.

Sementara Perbekel Bukian I Made Junarta mengatakan, keuntungan Desa memanfaatkan BUMDesa dalam mengadakan barang kebutuhan Desa akan berkontribusi untuk peningkatan pendapatan asli Desa.

BACA :  Bupati Giri Prasta Terima Audiensi Ketua IMI Bali

Peningkatan pendapatan ini tidak hanya akan berkontribusi bagi pembiayaan pembangunan, namun juga bisa memberikan tambahan tunjangan bagi perangkat Desa dan lebih khusus lagi bagi karyawan BUMDesa itu sendiri.

“Saya sudah mendorong pengadaan barang kebutuhan Desa dengan melibatkan BUMDes,” jelasnya.

Penulis : Ketut Catur 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular