Acara peningkatan kapasitas bimbingan teknis aparatur desa dan lembaga desa
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com – Dalam upaya mewujudkan tata kelola keuangan di tingkat desa sekaligus mewujudkan Good Governance yang dimulai dari Desa yang sesuai degan motto pembangunan Membangun Bangli dari Desa, membangun desa dari keluarga yang sejalan dengan program pemerintah pusat membangun Indonesia dari pinggiran, Kamis (1/2) digelar acara peningkatan kapasitas bimbingan teknis aparatur desa dan lembaga desa.

Acara yang dipusatkan di Gedung BMB di hadiri oleh Perbekel se-Kabupaten Bangli, BPD, Kasi dan sekdes yang dibuka langsung oleh Bupati Bangli didampingi Kadis PMD, dengan narasumber dari BPKP, Kejaksaan, Inspektorat, BKPAD, Kepolisian, Hukum, Bappeda dan tapem.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangli I Dewa Agung Riana Putra menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun dimana untuk tahun ini kita melibatkan Perangkat Desa mulai dari enam puluh delapan Perbekel se-Kabupaten Bangli, 68 BPD, 68 Kasi dan Sekdes yang mana ketiga lembaga desa tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelaksnaaan dan tata kelola keuangan di desa.

Lanjut, pemberian pendampingan kepada tiga lembaga yang mempunyai bergining di desa itu adalah untuk memberi satu pemahaman bersama untuk nantinya bisa satu persepsi dalam menjalankan tata kelola keuangan di desa masing masing.

Hal itu sangat dipandang penting, karena untuk bisa paham saja sudah barang tentu akan bisa menganalisa apa yang harus dilakukan dalam mengimplementasikan kebijakan antara program pusat, Kabupaten dengan program di desa. Kepala desa selaku managemen anggaran di desa dan managemen staf, lebih pada tingkat kebijakan yang harus mengetahui setiap program yang ada di Desa. BPBD selaku kontrol setiap kewenangan dan yang bertugas mengawasi perjalanan APBDES.

“Harapan dengan dilaksanakannya Bimbingan ini kedepan kita dapat meminimalisir permasalahan dengan keuangan desa, serta lambat laun kita bisa ciptakan good governance karena semua bersumber dari Desa” kata I Dewa A Rianan Putra.

Sementara itu Bupati Bangli I Made Gianyar,SH.M.Hum menyampaikan dari segi kebijakan terlepas dari mengakui dan tidak mengakui setuju dan tidak setuju bahwa membangun Indonesia dari Desa dan membangun Indonesia dari pinggir, paling tidak sudah terlebih dahulu masuk dalam pikiran Made gianyar.

Mudah mudahan Pembangunan berbasis desa akan tumbuh subur selamanya meski dengan adanya UUD desa masih belum semua Bupati/Walikota di republik ini yang memberi atensi sesuai dengan UUD desa.

Oleh karena itu kita yang sudah menjalankan hal itu patut berbangga dan harus terus di kembangkan dengan inovasi dan perkuatan perekonomian didesa salah satunya dengan pembentukan dan perkuatan BUMDES, saat ini Kabupaten Bangli telah memiliki sebanyak 48 Bumdes yang bergerak di banyak sektor contoh pelayanan pembayaran PBB secara online, menjual kebutuhan pokok, menjual kebutuhan pakan ternak serta masih banyak bidang usaha lainnya yang menjadi kebutuhan di desa itu.

Untuk tahun ini kita akan buka lagi sebanyak delapan Bumdes bahkan lebih, dengan dana bantuan sebanyak 400 juta baik yang baru berdiri dan perkuatan bumbdes yang sudah berjalan. Lanjut Bumbes harus terus dikembangkan bukan hannya untuk simpan pinjam saja, tapi juga berinovasi kebidang yang lain untuk memperkuat perekonomian desa itu sendiri.

“Kedepan Bumdes diharapkan bisa menjadi lokomotif dan menjadi payung untuk perekonomian di masing masing Desa” Harap Made Gianyar.

Oleh karena itu kepada peserta bimbingan yang mewakili desanya dapat mengikuti setiap arahan dari narasumber untuk meningkatkan kemampuan serta mewujudkan tata kelola keuangan di desa sehingga perlahan namun pasti kita bisa raih prestasi lebih banyak untuk Kabupaten Bangli yang kita cintai bersama.

Advertisement

Tinggalkan Komentar...