Komisi I dipimpin Wakil Ketua, I Gusti Made Kusumayasa, didampingi Tim Pakar, Wayan Rideng, Perbekel Tigawasa, Made Suadarmayasa, perangkat Desa Kaliasem, dan persnel Satpol PP Kecamatan Banjar turun ke lokasi.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Komisi I dipimpin Wakil Ketua, I Gusti Made Kusumayasa, didampingi Tim Pakar, Wayan Rideng, Perbekel Tigawasa, Made Suadarmayasa, perangkat Desa Kaliasem, dan persnel Satpol PP Kecamatan Banjar turun paska mencuat kekhawatiran krama Tigawasa soal bangunan di atas lahan yang jaraknya berdekatan dengan Pura Segara.

Krama khawatir bangunannya nantinya berpotensi melanggar kawasan kesucian pura. Senin (2/12).

Saat turun, Komisi I mendapati lokasi lahan tempat bangunan berupa pondasi dan bale begong berada wilayah  Banjar Dinas Jung Sangyang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, memang berdampingan dengan Pura Segara milik Desa Adat Tigawasa.

Meski begitu, sejauh ini belum diketahui siapa pemilik lahan yang telah dibuatkan pondasi dan bale bengong tersebut.

Perbekel Tigawasa Made Suadamayasa mengaku, tidak ada niat menghambat pembangunan tersebut. Pihaknya hanya ingin mendapat penjelasan terkait peruntukan dan perizinan bangunan itu.

“Kami sedikit kahwatir pembangunan ini bisa mengancam kesucian pura, karena lokasi lahannya dekat sekali. Kami tidak tahu siapa pemilik dan peruntukan bangunan untuk apa. Apakah sudah ada izin? kami juga tidak tahu.Ketimbang timbul masalah dikemudian hari, lebih baik sekarang kami adukan kekhawatiran kami ke DPRD,” singkatnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi I, Gusti Kusumayasa mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan informasi dan data-data terkait dengan pengaduan dari pihak Desa Tigawasa.

Pihakya menyebut, belum mendapat data pemilik lahan dan peruntukan dari bangunan tersebut. Pun soal izin bangunan tersebut.

“Siapa pemilik dan peruntukan bangunan untuk apa, ini belum kita dapatkan. Setelah kami cek ke aparat desa juga tidak tahu. Semua sudah kita ukur dan datanya akan kita bahas kembali di komisi,” katanya.