Rapid test masal warga banjar Munduk, desa Kaliakah
Rapid test masal warga banjar Munduk, desa Kaliakah

NEGARA, balipuspanews.com – Setelah disepakati, pasca lima orang warganya positif covid-19, mulai Jumat (3/7) banjar Munduk, Desa Kaliakah, Negara di karantina.

Selain satu banjar itu di karantina ratusan warganya juga menjalani rapid tes.

Rapid tes itu dilakukan di empat balai tempek melibatkan petugas kesehatan dari dinas kesehatan maupun puskesmas se-Jembrana.

Perbekel Desa Kaliakah I Made Bagiarta mengatakan seluruh warga Banjar Munduk sebanyak 990 orang dari 289 KK. Namun dari jumlah tersebut tidak semua ada di rumah.

Sebagian warga ada yang bekerja di Denpasar dan beberapa daerah lainnya, termasuk di luar Bali. Sehingga tidak seluruh warga bisa menjalani rapid test.

“Bagi warga yang belum menjalani rapid test, akan dilayani jika sudah siap,” ujarnya.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, rapid test masal di Banjar Munduk diikuti sebanyak 752 orang. Setelah melakukan rapid test masal tersebut, warga Banjar Munduk menjalani karantina selama 14 hari.

“Karantina banjar dilakukan karena terdapat transmisi lokal sebanyak lima orang dalam satu banjar, dari total enam transmisi lokal dari pasien positif Covid-19 asal Denpasar,” ungkapnya.

Dari jumlah 752 orang yang menjalani rapid test, sebanyak enam orang hasilnya reaktif. Enam orang yang hasil rapid test reaktif menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, sesuai dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan mengenai penanganan Covid-19.

Warga Banjar Munduk yang belum menjalani rapid test, akan dilakukan rapid test masal lagi di Balai Banjar. Karena sebagian warga yang belum menjalani rapid test bekerja di luar desa dan di luar Jembrana.

“Rapid test akan dilakukan sekali lagi untuk menyasar warga yang belum rapid test,” terangnya

Sementara itu Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang melakukan pemantauan karantina banjar Munduk dihari pertama, mengatakan rapid test massal tahap pertama ini dilakukan sebagai screening awal bagi masyarakat di banjar Munduk.

Selain itu jika selama masa karantina nanti, ada masyarakat mengalami gejala-gejala klinis seperti demam, batuk, dan pilek diminta untuk segara melaporkan diri.

“Tim medis akan melakukan penjemputan untuk mendapat penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Kembang yang juga wakil ketua gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Jembrana juga berharap seluruh masyarakat banjar Munduk mematuhi semua proses karantina dengan disiplin. Sesuai aturan karantina tidak memperbolehkan aktifitas keluar rumah harus ditaati.

Serta warga diijinkan keluar hanya saat pengambilan rapid test saja. Sedangkan berbagai kebutuhan logistik akan dipenuhi pihak gugus tugas dengan cara diantarkan ke rumah masing masing.

“Saya berharap warga yang dikarantina harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama masa karantina, jangan sampai keluar rumah, sehingga proses karantina wilayah dapat berjalan baik dan tidak ada lagi penambahan kasus positif,” harapnya.

Untuk penyaluran logistik, akan dilakukan mulai Sabtu (4/7) dan masyarakatnya akan mendapat logistic selama 14 hari. Setia KK akan mendapat logistik dengan jumlah kebutuhan yang sudah dihitung.

“Penyalurannya tetap mengikuti protokol kesehatan guna menghindari kontak langsung dan tetap menjaga jarak,” ujarnya.

Wabup Kembang juga tetap mengajak seluruh masyarakat, tidak hanya yang wilayahnya terdapat karantina wilayah, namun berlaku untuk seluruh warga Jembrana, untuk semakin peduli dan memperketat dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Warga masyarakat silahkan menjalankan aktivitas seperti biasa, diluar wilayah karantina, namun tetap waspada dengan menjalankan protokol kesehatan,” pungkasnya

Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan

Facebook Comments