Bank Sampah Ditangan Seorang Pegawai Kontrak

Ketut Budiasa,SP Direktur Bank Sampah Kaliber di Desa Kalibukbuk Lovina
Ketut Budiasa,SP Direktur Bank Sampah Kaliber di Desa Kalibukbuk Lovina

BULELENG, balipuspanews.com – Berstatus sebagai seorang pegawai kontrak tidak menghalangi jiwa seorang Ketut Budiasa,SP bergeliat dengan yang namanya sampah. Sedari kecil dirinya begitu senang mengumpulkan sampah untuk membeli beberapa barang yang diinginkan

Budiasa menceritakan setelah kurang lebih sebelas tahun mengabdikan diri sebagai seorang pegawai kontrak di Kabupaten Buleleng.

Semenjak tiga tahun belakangan setelah dirinya ditunjuk menjadi ketua bank sampah yang diberi nama Kaliber, di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. Dirinya mengaku sama sekali tidak gengsi ataupun malu sebab sejak kecil sudah sering keliling mencari sampah untuk dijual dan uangnya digunakan sebagai tambahan bekal

“Mulanya sih saya yang kebetulan sejak kecil suka nyari sampah buat nambah uang saku, sekarang kebetulan kontrak di DLH jadinya pas acara pembukaan bank sampah tersebut saya ditunjuk jadi ketuanya di desa,” ujarnya, Sabtu (25/7/2020).

Budiasa seolah tak kehabisan ide untuk mengajak masyarakat untuk ikut dalam bank sampah yang diyakininya nanti akan memberikan perubahan terhadap desanya terutama terkait penanganan sampah.

Bahkan saat mengawali masyarakat yang diberitahu untuk berkumpul terkait sosialisasi bank sampah justru tidak ada yang datang. Akan tetapi dirinya tak menyerah dan kehabisan akal untuk menjalankan program tersebut.

Benar saja dari usahanya selama ini untuk meyakinkan masyarakat secara perlahan saat ini sudah mulai terlihat, dimana nasabah pada saat awal berdirinya bank tersebut hanya 30 nasabah dengan menyasar per gang 1 orang, namun kini jumlahnya sudah mencapai 871 nasabah yang berasal dari tiga banjar di Desanya.

“Karena warga enggan datang, jadinya kita datangi ke rumah rumah berikan karung agar sampah dikumpulkan, Nasabah waktu diawal bank sampah hanya 30 akhirnya sekarang hampir merata tersentuh terakhir saat ini jumlahnya 871 nasabah,” tuturnya.

Alumni mahasiswa di salah satu universitas ternama di Bali ini juga menjelaskan sejak berjalannya bank sampah antusias warga semakin hari terus meningkat. Tak hanya itu beberapa hotel dan villa yang ada di desanya juga ikut bergabung menjadi nasabah di bank sampah tersebut.

Setoran sampah yang diterimanya pun setiap hari berbeda beda. Sehingga rata rata dalam sebulan bisa mencapai satu ton sampah yang sudah dipilah kemudian disetorkan ke bank sampah induk yang sudah bekerjasama sebelumnya.

“Ada juga nasabah dari hotel dan villa, sehingga rata rata sampah sebulan satu ton, nantinya disini dipilah lebih spesifik baru disetor ke bank sampah induk,” singkatnya.

Meski pihaknya menyetorkan sampahnya ke bank sampah induk, tidak jarang juga beberapa sampah diolahnya bersama beberapa tenaga pengerajin sebagai kerajinan yang nantinya bisa dijual kembali serta dibawa saat ada event tertentu untuk dipamerkan.

Bahkan tidak jarang setelah selesai acara pihaknya bisa mendapatkan beberapa pesanan sekaligus donasi dari orang-orang yang peduli dengan lingkungan.

“Tidak hanya disetor tapi kami juga mengolahnya jadikan kerajinan yang nantinya bisa dijual kembali atau di bawa saat ada event, bahkan selesai acara kadang ada pesenan, ada juga donasi ditukar nantinya dengan kerajinan,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan