Bantu Masyarakat Atasi Krisis Air, Kodam IX/Udayana Berikan Bantuan Pompa Hidram

Pangdam IX/Udayana bersama Gubernur Bali, Bupati Buleleng, Ketua DPRD Buleleng usai meninjau pembangunan pompa Hidram di Banjar Dinas Melaka, Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada, Buleleng
Pangdam IX/Udayana bersama Gubernur Bali, Bupati Buleleng, Ketua DPRD Buleleng usai meninjau pembangunan pompa Hidram di Banjar Dinas Melaka, Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada, Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Berawal dari adanya laporan anggota terkait adanya beberapa desa di Bali yang masih sering kesulitan mengakses air bersih atau krisis air bersih saat musim kemarau termasuk dua Desa di Buleleng yakni Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada dan Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar.

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak langsung berinisiatif untuk membangun Pompa Hidram di dua desa tersebut agar warga bisa memenuhi kebutuhan air bersih.

Mayjen TNI Maruli Simanjuntak usai meninjau langsung pelaksanaan pembuatan pompa hidram di Banjar Dinas Melaka, Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada, Buleleng menyampaikan jika untuk di Kabupaten Buleleng ada sekitar enam titik tersebar di sembilan kecamatan yang akan dibangun pompa hidram untuk membantu masyarakat kesulitan air bersih.

Kemudian dua diantaranya yakni Desa Kayuputih dan Desa Sidatapa. Sehingga kedepan dengan bantuan tersebut dirinya pun berharap apa yang dilakukan saat ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan kesulitan dalam mengakses air bersih masyarakat.

“Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa menjadi solusi mempercepat akses air bersih masyarakat, apalagi disini (Kayuputih) debit air mencapai 20 liter per-menit,” singkatnya.

Disisi lain, Gubernur Bali, Wayan Koster yang turut hadir menyampaikan dalam sambutannya akan ikut mengadopsi program yang dilakukan Kodam IX/Udayana ditahun 2022 mendatang untuk mengatasi kesulitan akses air bersih dibeberapa desa di Bali dengan memanfaatkan dana dari CSR.

Khusus untuk di Wilayah Kabupaten Buleleng dirinya pun meminta Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana memetakan desa mana saja yang mengalami krisis air bersih dan mata airnya ada. Apalagi mengingat krisis air bersih banyak terjadi di beberapa daerah di Bali, khususnya Buleleng seperti di wilayah Tejakula, Banjar dan Gerokgak.

“Apa yang dilakukan oleh Bapak Pangdam tentu memberikan pelajaran bagi saya dan bupati khususnya dalam memecahkan masalah kesulitan mengakses air bersih. Cara yang digunakan oleh Pangdam ini merupakan cara mudah, biaya lebih murah karena melibatkan masyarakat bergotong royong,” terangnya.

Ditempat yang sama pula, Kepala Dusun Melaka, Ketut Wenten mengatakan setelah usai dibuatkan bak penampungan dengan ukuran 4 meter x 3 Meter dengan tinggi 2 meter itu, dirinya bersama warga akan segera membuat keran dibeberapa titik umum keramaian agar masyarakat lebih mudah mengakses air. Apalagi khusus di tempatnya saat ini ada sekitar 275 KK yang memerlukan air bersih untuk keperluan sehari-hari, sementara yang baru bisa dipenuhi hanya berjumlah 50 KK.

“Rencana kami supaya bantuan ini bisa dimanfaatkan masyarakat, kami akan buatkan keran-keran umum dibeberapa titik dan bisa memenuhi sekitar 225 KK yang belum mendapat akses air bersih,” jelasnya.

Untuk diketahui dalam pembangunan pompa Hidram tersebut ditinjau langsung oleh Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu, Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, Ketua DPRD Buleleng, Dandim 1609/Buleleng, serta Kapolres Buleleng.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan