SMP PGRI 3 Denpasar serahkan bantuan pangan ke warga terdampak corona
SMP PGRI 3 Denpasar serahkan bantuan pangan ke warga terdampak corona

DENPASAR, balipuspanews.com – Pandemi corona telah merenggut aktivitas dari kita. Terhitung 3 bulan lamanya warga Kota Denpasar dihimbau untuk meminimalisir aktivitas di luar rumah.

Banyak dampak yang kita semua rasakan, seperti Lo Adhe Asri, salah satu warga lingkungan Mertayoga penyandang disabilitas yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Miskin.

Dirinya yang tidak dapat beraktifitas normal dan hanya mengandalkan istrinya yang berjualan bubur merasakan beratnya situasi saat ini untuk menghidupi kebutuhannya dan juga 2 orang anaknya.

Warga yang tinggal di Gang III Jalan Gunung Agung Denpasar mengaku merasakan penurunan penjualan dari usaha istrinya.

Memperhatikan kondisi warganya, Pasek, Kepala Lingkungan Mertayoga Denpasar, menuturkan sebagian besar warganya terutama yang bekerja di sektor pariwisata dan berdagang terkena dampak ekonomi dari virus Corona-19 yang mewabah.

Pasek yang telah lama menjabat kepala lingkungan yang lokasinya juga dekat dengan SMP PGRI 3 Denpasar berharap adanya sinergitas dari swasta memberikan bantuan seperti CSR kepada warganya untuk meringankan beban dalam bertahan hidup.

Merespon situasi yang terjadi, pada Sabtu, 30 Mei 2020, Kepala SMP PGRI 3 Denpasar menyumbangkan 64 paket bantuan kepada Pemerintah Kota Denpasar untuk membantu masyarakat Kelurahan Pemecutan khususnya di lingkungan Merta Yoga dan Kerta Pura.

Menggunakan kendaraan hitam, paket bantuan berisikan beras 5 kg, minyak 1 liter, dan mie goreng 5 bungkus dihantarkan ke kantor Kelurahan Pemecutan.

Berbungkus kain merah berisikan tulisan sekolah ramah lingkungan, paket bantuan juga diserahkan secara langsung ke warga di Gang V dan Jalan Gunung Agung Denpasar.

Menanggapi bantuan yang diberikan kepada warganya, Kaling Mertayoga mengucapkan terimakasih atas parhatian dan partisipasi secara langsung yang dilakukan SPIGA.

Dirinya berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warganya dalam bertahan hidup disaat situasi seperti ini.

Penulis/Editor : Putu Artayasa