Bantu Penurunan Stunting di Purbalingga, BKKBN Serahkan Dana Bantuan

- Advertisement -
- Advertisement -

Purbalingga, balipuspanews.com – Dalam rangka penanganan stunting dan program keluarga berencana (KB) di Kabupaten Purbalingga, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional RI (BKKBN RI) menyerahkan dana sebesar Rp11 miliar yang terdiri dari BOKB (Bantuan Operasional KB) sebesar Rp9,2 miliar kemudian juga ditambah DAK (Dana Alokasi Khusus) Fisik sebesar Rp1,8 miliar. Sehingga total Rp11 miliar. Penyerahan dilakukan oleh Kepala BKKBN RI Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo, SpOG (K) kepada Wakil Bupati Purbalingga, Sudono di Ruang Pringgitan Pendopo Dipokusumo, Sabtu (5/2).

Dijelaskan Hasto, anggaran tersebut dialokasikan melalui dinas yang membidangi KB, yakni Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk KBPPPA). Dalam membantu penurunan stunting anggaran tersebut bisa digunakan untuk jambanisasi, bedah rumah, pembangunan saluran air bersih rumah tangga dan sebagainya.

“Progres penurunan angka stunting di Purbalingga dinilai cukup baik yakni 16,8%. Angka tersebut sudah mendekati target nasional tahun 2024 yakni 14%.Untuk membantu penurunan ini BKKBN RI telah membentuk Tenaga Pendamping Keluarga (TPK) di tiap daerah,” tuturnya.

BACA :  dr. Lula Kamal Tinjau Layanan JKN di RSUD Klungkung, Pastikan Peserta Tak Alami Kendala

“Purbalingga  memiliki TPK ada 769 Tim, masing-masing tim terdiri 3 orang. Mereka akan bertugas pencegahan dini terhadap keluarga yang berpotensi melahirkan anak stunting,” kata pejabat yang juga dokter kandungan ini,” tambah Kepala BKKBN.

Ia memperkirakan jumlah penduduk Purbalingga yang mencapai 1 juta jiwa, maka ada 7.000 orang menikah per tahun dan 5.000 kelahiran pertama. TPK akan bertugas mendampingi mereka yang akan menikah, hamil/akan melahirkan.

Sementara itu, Wakil Bupati Purbalingga H Sudono ST MT menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan BKKBN RI dalam rangka penurunan stunting dan peningkatan pelayanan KB. “Inilah yang memang kami tunggu-tunggu, jadi pemerintah pusat tidak hanya memberikan instruksi-instruksi saja tapi juga membantu dalam hal dukungan anggaran,” kata Sadono.

Wabup Sudono juga menyampaikan aspirasi para penyuluh KB di Purbalingga mengenai kebutuhan kendaraan operasional/sepeda motor pendukung yang memadai. Khususnya untuk yang bertugas di wilayah utara dengan medan yang bergunung-gunung.

“Kami berharap anggaran yang diberikan BKKBN benar-benar bisa dimanfaatkan dengan baik dan berdampak pada penurunan angka stunting. “Harapan kita angka stunting Kabupaten Purbalingga bisa turun sampai 12%,” tutup Wakil Bupati Purbalingga H Sudono ST MT.

BACA :  BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome dalam Program JKN

Penulis/editor : Ivan Iskandaria.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular