Jumat, Februari 23, 2024
BerandaBulelengBanyak Pakem Riasan Pengantin Bali Kurang Sesuai, Pemerintah Didorong Keluarkan Aturan

Banyak Pakem Riasan Pengantin Bali Kurang Sesuai, Pemerintah Didorong Keluarkan Aturan

BULELENG, balipuspanews.com – Banyaknya pakem riasan pengantin Bali yang dilakukan dimodifikasi bahkan sampai ada yang sampai nyeleneh membuat Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Bali mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk mengeluarkan sebuah payung hukum atau peraturan terkait pakem riasan pengantin Bali.

Plt Ketua HARPI Melati Bali, Ni Wayan Sumerthi Pande mengatakan untuk saat ini riasan pakem Bali yang telah dikukuhkan ada empat yakni Riasan Bali Agung, Riasan Bali Madya, Riasan Buleleng, dan Riasan Tabanan.

Namun dirinya menyayangkan apa yang dilakukan oknum perias yang justru melakukan inovasi terhadap pakem tersebut hingga menghasilkan riasan yang kurang sopan atau senonoh.

“Kita tau upacara pernikahan itu sakral. Jadi buat kita di perias pakem kalau mau membuat sebuah inovasi artinya dari riasan agung ditingkatkan sedikit dan tidak melenceng dari pakem, itu boleh. Tapi ini malah ada yang sampai pakem riasan yang nyeleneh seperti perut kelihatan paha kelihatan,” ujarnya saat ditemui usai menggelar musyawarah daerah di Gedung Mr Gusti Ketut Pudja Eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (9/4/2022).

BACA :  Warga Desa Mas Serbu Pasar Murah Disperindag Gianyar

Ia pun menambahkan jika membuat inovasi atau modifikasi misalnya menurutnya jika sesuai pakem bunga di kepala hanya memakai 21. Namun tidak dipungkiri olehnya jika masih banyak perias memodifikasinya menjadi 45 hingga 50 bunga. Sehingga terkesan seperti nyuwun dan tidak sesuai dilihat.

Berdasarkan apa yang dirinya paparkan tersebut kini pihaknya hanya memberikan himbauan dikarenakan masih belum ada payung hukum atau peraturan yang mengatur hal tersebut agar sesuai pakem tanpa mengurangi makna kesakralan.

Ia pun berharap sekaligus mendorong agar Pemprov Bali bisa membuatkan peraturan terkait keberadaan pakem rias pengantin Bali yang benar-benar sesuai dan kesakralan dari upacara tidak hilang. Bukan hanya itu dirinya pun mengeluhkan jika masih banyak ada perias yang belum memegang atau ikut kompetisi keahlian justru sudah mengklaim diri MUA.

“Kita mendorong agar pakem rias ini agar dibuatkan aturan atau payung hukum dan nantinya para perias bisa mengikuti uji kompetensi. Nah kalau semua perias mengikuti uji kompetensi saya rasa riasan pengantin Bali akan ajeg dan sesuai dengan pakem,” tutupnya.

BACA :  KPU Klungkung Pastikan Rekapitulasi Tuntas Lagi Dua Hari

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular