Jumat, Juni 21, 2024
BerandaJembranaBanyak Warga Mengaku Tidak Tahu Perpanjangan PPKM Saat Menyebrang di Pelabuhan Gilimanuk

Banyak Warga Mengaku Tidak Tahu Perpanjangan PPKM Saat Menyebrang di Pelabuhan Gilimanuk

JEMBRANA, balipuspanews.com – Sosialisasi perpanjangan PPKM hingga awal Agustus mendatang rupanya belum diketahui semua warga. Buktinya banyak warga yang mau menyebrang dari Bali ke Jawa dan sebaliknya lewat pelabuhan Gilimanuk, Jembrana mengaku tidak tahu PPKM diperpanjang.

Karena menduga kalau pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) bisa bebas menyebrang kapan saja, maka banyak yang memilih menyebrang malam hari dengan alasan agar tidak panas di jalan. Namun saat mereka tiba di Gilimanuk, ternyata pelayanan tiket non logistic sudah ditutup pukul 20.00 WITA.  Akibat kondisi tersebut mereka tidak bisa menyebrang.

 

Untuk balik selain sudah malam dan jauh, juga menambah biaya. Sehingga mereka terpaksa menunggu di areal parkir Anjungan Betutu Gilimanuk (ABG). Mereka ada yang memilih duduk-duduk sambil ngobrol ada juga yang tidur didalam mobil atau bus yang ditumpangi.

 

“Saya tiba jam 22.00 Wita dan ternyata tidak bisa menyebrang. Saya kira PPKM sudah berakhir dan bisa bebas memilih waktu menyebrang ternyata saya baru tahu kalau PPKM diperpanjang dan waktu menyebrang juga masih dibatasi,” ujar Anto, penumpang bus asal Surabaya saat ditemui di ABG, Selasa (27/7/2021).

BACA :  16 Hari Operasi Antik, Satresnarkoba Polresta Denpasar Ringkus 32 Tersangka

 

Misnadi asal Banyuwangi, juga mengaku tidak tahu kalau PPKM diperpanjang. Sehingga dia memilih menyebrang untuk pulang kampung malam hari agar dijalan tidak panas.

 

“Nanggung kalau balik rugi juga. Terpaksa saya menginap dan tidur di bale bengong itu,” ungkapnya.

 

PPDN lainnya menyampaikan, semestinya dengan ketatnya persyaratan untuk penyeberang jumlah mereka yang menyebrang sangat sedikit sehingga pembatasan waktu penyebrangan tidak perlu diberlakukan.

 

Dengan jumlah yang sedikit maka tidak akan menimbulkan kerumunan atau kapal akan penuh penumpang. Justru dengan diberlakukannya pembatasan waktu menyebrang, maka akan menimbulkan penumpukkan atau kerumunan di kantong penampungan sementara itu.

 

Wakapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Komang Mulyadi mengatakan karena PPKM diperpanjang, maka pembatasan waktu penyebrangan bagi non logistik tetap diberlakukan.

 

“Kami berusaha mengatur mereka agar tidak berkerumun saat menunggu pelayanan penyebrangan dibuka,” ujarnya.

 

Penulis : Anom

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular