Semarapura, balipuspanews.com – Sehari setelah perayaan Hari Raya Nyepi, umat Hindu sejak pagi melakukan Banyu Pinaruh dengan menyerbu pantai yang ada di seputar Klungkung untuk melukat mandi di laut, pada Minggu (18/3).
Salah satu pantai yang menjadi rujukan warga untuk melukat ialah Pantai Watu Klotok. Pantai yang biasa menjadi tempat ‘pretima mekiis’ ini, dipadati ribuan umat Hindu.
Kehadiran ribuan umat ini, mendapat atensi Polres Klungkung memberikan pengamanan. Polres Klungkung melakukan pengamanan Banyu Pinaruh bersinergi dengan Babinkamtibmas dan pecalang, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan juga memberikan rasa aman kepada semua masyarakat yang melaksanakan kegiatan Banyu Pinaruh di Klungkung.
Perayaan upacara Banyu Pinaruh dilaksanakan sebagai simbol untuk membersihkan diri secara rohani dan jasmani, sekalian juga sambil berwisata. Berdasarkan keyakinan Hindu, Banyu Pinaruh sendiri berasal dari kata banyu berarti air dan pinaruh artinya pangeweruh atau pengetahuan.
Secara filosofi bermakna membersihkan atau menyucikan diri dengan air ilmu pengetahuan, karena memang pikiran yang kotor atau kegelapan hanya bisa dibersihkan dengan pengetahuan suci.
Upacara Banyu Pinaruh dilaksanakan sehari setelah perayaan hari raya Saraswati. Umat Hindu merayakan penyucian diri ke berbagai sumber air seperti laut, campuan, dan mata air. Setelah selesai melaksanakan pembersihan diri dilanjutkan dengan sembahyang bersama di rumah dengan keluarga dan makan makan bersama.
“Setiap tahun, saya dan keluarga selalu melukat di Pantai Watu Klotok kalau Banyu Pinaruh. Ramai-ramai dengan keluarga, jadinya sekalian piknik,” kata Ketut Durani, warga asal Takmung, Klungkung. (Roni)



