Suasana Banyu Pinaruh dikawasan Pantai Klotok, Klungkung
Suasana Banyu Pinaruh dikawasan Pantai Klotok, Klungkung

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Suasana perayaan Hari Banyu pinaruh, Minggu(5/7) sehari setelah datangnya Hari Raya Saraswati, Sabtu(4/7) dimana sejak pagi pagi warga sudah memadati pantai yang disakralkan di bali ini untuk melakukan melukat (penyucian diri dengan mandi air laut red). Dari pantauan di kawasan Pantai Klotok pukul 7.15 Wita tampak masyarakat seputaran Klungkung  datang  berbondong bondong untuk melukat.

Mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan terjadi seperti besarnya ombak yang cukup ganas serta terkait protokol kesehatan dengan memakai masker, tampak dari Kepolisian dipimpin langsung Kanit Bimas AKP Made Susila. Sedangkan dari Satpol Air ikut memantau dipimpin Kasat Kompol Nyoman Arnawa.

Warga tampak sebelum melukat melakukan kegiatan berolahraga dan ada juga yang berenang sekalian melukat.

 Melihat kondisi di lapangan utamanya dikawasan Pantai Watu Klotok ini menurut Gugus tugas covid-19 Seksi pengamanan  penegakan hukum Kasatpol PP Klungkung Putu Suarta  mengakui dirinya sangat khawatir dan menyayangkan warga yang datang.

“Membludaknya pengunjung di pantai watu klotok ini, bercampur aduk dengan warga yang melakukan persembahyangan dan kita lihat situasi di pantai tidak menjalankan protokol kesehatan, banyak yang tidak pakai masker, kumpul kumpul tidak menjaga jarak. Nanti kita akan himbau lebih lanjut, disamping adanya gelombang besar, ini sangat berbahaya. Hal yang sama juga terpantau banyak warga melukat dikawasan Lepang, Sidayu dan Tegal besar tapi ditempat tersebut warga sedikit yang datang,” ujar Putu Suarta yang turun langsung memantau kawasan pantai di Klungkung.

Ditambahkan bahwa dirinya hanya sebatas menghimbau agar warga berhati hati dan waspada karena gelombang cukup besar serta kita minta taati protokol kesehatan covid-19.

Kita amati banyak juga pengunjung yang dari luar Kabupaten seperti dari Karangasem, Bangli, Gianyar dan bahkan ada juga dari Denpasar yang padati pantai Klotok.

Terkait keramaian di pantai Klotok ini sudah diantisipasi oleh Ketua Satgas Gotong royong percepatan penanganan Covid-19 desa Adat Gelgel Gede Eka Semaya Putra menyatakan hal tersebut sudah sampai diumumkan dipararem pelaksanaan Banyu Pinaruh ini dengan melakukan nyepi segara tertutup untuk warga luar desa adat.

“Besok di batu tumpeng kita kerjasama  Pokdarwis untuk menyampaikan himbauan, kalau masyarakat luar kita tidak berani melarang. Sifatnya hanya menghimbau agar mereka segera pulang dan jaga jarak. Papan peringatan larangan sudah ada termasuk di Pantai Klotok. Warga kita boleh ke pantai tapi harus patuhi protokol kesehatan dan jaga jarak. Sempat kita sampaikan ke Kasatpol PP. Intinya pecalang difungsikan untuk antisipasi orang luar,” Terang Kepala SMK Panca Atmajaya ini fleksibel saat dihubungi sehari sebelumnya pada Hari Raya Saraswati.

Penulis : Roni

Editor : Oka Suryawan

Facebook Comments