Hari raya Banyu Pinaruh Minggu(12/5)sehari setalah hari raya Saraswati yang jatuh pada Sabtu (11/5) ,sejak pagi pagi buta ribuan umat Hindu khususnya yang di Klungkung ini memadati dibeberapa pantai yang ada di Kabupaten Klungkung
Hari raya Banyu Pinaruh Minggu(12/5)sehari setalah hari raya Saraswati yang jatuh pada Sabtu (11/5) ,sejak pagi pagi buta ribuan umat Hindu khususnya yang di Klungkung ini memadati dibeberapa pantai yang ada di Kabupaten Klungkung
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SEMARAPURA, balipuspanews.com. – Hari raya Banyu Pinaruh bertepatan Minggu(12/5)sehari setalah hari raya Saraswati  yang jatuh pada Sabtu (11/5) ,sejak pagi pagi buta ribuan umat Hindu khususnya yang di Klungkung ini memadati dibeberapa pantai yang ada di Kabupaten Klungkung.

Suasana pantai seperti Klotok, Kusamba, Pesinggahan,Goalawah, Karangdadi, Jumpai,Lepang, Negari,Tegal besar  menjadi rujukan umat Hindu untuk melukat. Namun yang paling ramai menjadi rujukan umat adalah salah saru pantai yang dikenal sakral dan angker dan yang menjadi pantai tempat Ide Betare Luhur Besakih melakukan ritual melasti yaitu pantai Segara Watu Klotok,Klungkung.

Mengantisipasi pengamanan ritual ini tampak jajaran Polres Klungkung mengantisipasi segala kemungkinan keamanan masyarakat yang sedang mandi melukat ini dengan menerjunkan Satpol Air . Pengamanan Satpol Air Polres KLungkung ini dipimpin langsung Ipda Agus  Widiono. Menurutnya ditemui disela sela pengamanan di pantai Klotok dirinya mengaku menerjunkan sekitar 18 personil Satpol Air Polres Klungkung.

“ Kita terjunkan sekitar 18 personil Satpol Air Polres KLungkung yang ditugaskan diseluruh pantai pantai yang ada di Klungkung selama Banyupinaruh ini,”terangnya.

Sementara itu Warga masyarakat yang sedang melukat dipantai Klotok ini,ketika  ditemui Wartawan salah seorang mengaku bernama Ketut Trisnawati alamat Banjar Tangkas ,Kota Semarapura menyatakan setiap datangnya hari banyu pinaruh selalu menyempatkan diri untuk melukat bersama keluarganya.

“ Saya bersama keluarga selalu melukat ke Pantai Klotok saat perayaan Banyu Pinaruh,”jelasnya. Pengunjung yang lain ditemui mengaku bernama Kadek Angga ,alamat Kelurahan Semarapura Tengah mengaku datang melukat dengan rombongan teman temannya sebanyak 10 orang.

“ Saya hari ini bersama 10 orang teman teman untuk melukat kepantai Klotok ini,”ujarnya.

Sementara itu Wakapolres KLungkung   Kompol Ida Bagus Dedi Januartha,S.H.,M.H.ditemui saat memimpin pengamanan Banyupinaruh dipantai Klotok menyebutkan kondisi pantai tetap diwaspadai aparat kepolisian kususnya personil Polres Klungkung. Sebab, dari catatan sebelumnya, saat perayaan Banyupinaruh beberapa kali terjadi peristiwa warga terseret ombak karena mandi terlalu ke tengah laut. Tidak itu saja, saat kondisi cuaca tidak memungkinkan, masih ada warga yang nekad ‘menantang’ ombak hingga yang bersangkutan terseret arus bahkan hingga meregang nyawa.

“Kami tetap memantau aktifitas warga yang melaksanakan perayaan Banyupinaruh. Kami bersama personil juga mengimbau warga agar tetap memaspadai kondisi gelombang,” tandas Waka Polres klungkung Kompol I.B Dedi Januarta tegas.

Personil Polres dan seluruh Polsek jajaran tersebut melaksanakan pengamanan agar masyarakat yang melaksanakan banyu pinaruh merasa aman dan nyaman serta menghimbau agar masyarakat berhati-hati melaksanakan banyu pinaruh karena situasi ombak disepanujang pantai Klungkung datangnya tidqak terduga.

Pengamanan menurutnya dilaksanakan di sepanjang pantai di Klungkung  ini utamanya saat perayaan Hari Raya Banyupinaruh ini ,terjadi peningkatan aktifitas masyarakat terutama terpusat di pantai diseluruh Klungkung termasuk pantai di Nusa Penida. Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat termasuk warga Klungkung, sehari setelah perayaan Hari Raya Saraswati masyarakat menyambut hari Banyupinaruh dengan melakukan ritual melukat kepantai. (Roni/bpn/tim)

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...