Barang bukti 50 Kg Ganja Kering dan Sekilo Sabu Dimusnahkan Bertepatan Peringatan HANI 2021

Peringatan Hari Anti Narkotika International (HANI) 2021 yang berlangsung di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Jalan Kamboja Denpasar, pada Senin (28/6/2021), ditandai dengan pemusnahan barang bukti 50 kg ganja kering dan sekilo sabu hasil tangkapan
Peringatan Hari Anti Narkotika International (HANI) 2021 yang berlangsung di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Jalan Kamboja Denpasar, pada Senin (28/6/2021), ditandai dengan pemusnahan barang bukti 50 kg ganja kering dan sekilo sabu hasil tangkapan

DENPASAR, balipuspanews.com – Peringatan Hari Anti Narkotika International (HANI) 2021 yang berlangsung di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Jalan Kamboja Denpasar, pada Senin (28/6/2021), ditandai dengan pemusnahan barang bukti 50 kg ganja kering dan sekilo sabu hasil tangkapan.

Puluhan kilogram paket Ganja dan Sabu-sabu itu dimusnahkan dengan mesin incinerator milik BNNP Bali disaksikan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Gede Sugianyar Dwi Putra dan sejumlah stakeholder terkait.

Seperti Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, Perwakilan DPRD Bali, Kalapas Kelas II A Kerobokan, Kadis Sosial Provinsi Bali, perwakilan BPOM, Bea Cukai, Wakajati Bali, Direktur Narkoba Polda Bali Pengadilan Tinggi Denpasar dan tokoh masyarakat.

Menurut Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, pemusnahan barang bukti narkotika itu dilakukan setelah adanya penetapan dari Kepala Kejaksaan Negeri.

Selain itu, pemusnahan ini dilakukan sebagai bentuk perang terhadap narkoba sesuai tagline “War On Drugs” demi mewujudkan Bali Bersih Narkoba (Bersinar). Dan, sejalan dengan pola pembangunan Pemerintah Provinsi Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Pemusnahan ini sebagai bentuk keprihatinan untuk melindungi masyarakat Bali dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ini juga merupakan bagian dari perlawanan kita perang terhadap bahaya narkoba War On Drugs,” terang Brigjen Pol Gde Sugianyar di lokasi pemusnahan, pada Senin (28/6/2021).

Ditegaskannya, pemusnahan barang bukti ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyelewengan dan penyalahgunaan barang bukti.

“Jadi, guna menghindari dan mengurangi resiko tersebut, perlu dilakukan pemusnahan terhadap barang sitaan,” tegas jenderal bintang satu dipundak itu.

Mantan Kabid Humas Polda Bali ini menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut berupa ganja kering sebanyak 48.540,27 gram dan sabu seberat 984,51 gram. Barang bukti ini merupakan hasil tangkapan dari para tersangka yakni IPYP, pemilik tiga paket ganja seberat 5.666,77 gram.

Kemudian, dari tersangka S dengan barang bukti 42.873,5 gram dalam bentuk paket sebanyak 22 paket. Lanjut, dari tersangka F didapati dua paket sabu seberat 489,33 gram netto. Serta dua paket sabu dari tersangka M sebanyak 495,18 gram netto.

“Jadi, ini merupakan pengungkapan terbesar di Bali. Barang bukti ini dimusnahkan dengan menggunakan mesin incinerator milik BNNP Bali, dijamin aman,” tegas mantan Kepala BNNP Nusa Tenggara Barat ini.

Diterangkannya lebih detail, pemusnahan barang bukti narkoba menggunakan mesin pembakar ini dijamin aman dan tidak merusak lingkungan. Pasalnya, asap yang keluar dari cerobong tidak membahayakan masyarakat. Mengingat mesin ini dilengkapi dua alat filter yang menjaring sekecil apapun partikel dari pembakaran narkoba.

“Mesin incinerator sudah diuji dan dijamin aman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan pemusnahan barang bukti narkoba ini,” ujarnya tegas.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan