Dua cewek cafe diadili karena terlibat penyalahgunaan narkoba
Dua cewek cafe diadili karena terlibat penyalahgunaan narkoba

DENPASAR, balipuspanews.com – Dewi Retno Sari,22, dan Sefthy Alviontha,23, hanya tertunduk lesu saat dihadapkan dimuka sidang Pengadilan Negeri Denpasar di ruang Tirta yang dipimpin Hakim I Made Pasek,SH.MH.

Pada sidang pembacaan dakwaan oleh Jaksa Jaksa Ni Ketut Hevy Yushantini,SH dinyatakan telah melakukan percobaan atau bermufakat jahat menawarkan untuk menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau meyerahkan Narkotika golongan I jenis sabu.

Dua perempuan yang bekerja di tempat hiburan malam sebuah cafe diproses secara hukum karena merangkap bekerja sebagai pengedar Narkotika jenis sabu berat 0,14 gram.

Atas perbuatan kedua wanita asal Banyuwangi, ini JPU Kejari Denpasar membrendel dengan Pasal Berlapis untuk 1paket klip sahu berat 0,14 gram. Dari mulai Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Hingga Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU yang sama,  dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU yang sama Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“ Saat ditangkap, para terdakwa mengaku selesai membeli sabu dan meletakan sabu tersebut di tas pinggang yang digantung di tembok kamar kos,” beber Jaksa.

Diuraikan JPU, ditangkapnya kedua terdakwa ini oleh pihak kepolisian Polresta Denpasar berkat laporan masyarakat. Informasinya terdakwa Sefthy yang bekerja di kafe sering mengedarkan Narkotika di seputaran Jalan Jewut Sari, Pemongan, Denpasar Selatan.

Setelah melakukan penyelidikan, pada Minggu 13 Oktober 2019 sekitar pukul 18.42 Wita, petugas kepolisian melakukan pengrebekan terhadap terdakwa Sefthy di kamar kos milik terdakwa Dewi di jalan Jewut Sari, Pemogan, Denpasar Selatan.

Saat dilakukan pengeledahan di kamar tersebut, aparat menemukan beberapa barang bukti berupa 1 plastik klip berisi sabu dan 1 buah bong (alat hisap sabu). Barang terlarang itu dibeli oleh para terdakwa dengan cara patungan dari seseorang bernama Dory (DPO) seharga Rp 400 ribu.

Di mana sebelum ditangkap, terdakwa Sefthy menghubungi Dory untuk membeli sabu. Lalu, Dory menyuruh terdakwa Sefthy datang ke rumahnya untuk mengambil barang yang dipesannya. Kedua terdakwa kemudian mengambil sabu tersebut dan langsung pulang ke kamar kos milik terdakwa Dewi bermaksud untuk mengkonsumsi bersama.

“ Bahwa terdakwa I, Dewi Retno Sari dan terdakwa 2 Sefthy Alviontha, telah melakukan pemufakatan jahat untuk membeli narkotika jenis sabu kepada seseorang bernama Dory,” beber JPU. (jr/tim/ bpn)