Pelatihan tim SAR.

NEGARA,balipuspanews.com- Bencana yang akan terjadi memang tidak bisa diperidiksi. Sehingga membutuhkan kesiapan semua unsure SAR agar siap sertiap saat untuk memberikan penrtolongan.

Agar semua unsur SAR selalu siap, mereka harus rurin diberikan pelatihan. Seperti yang dilaksanakan Selasa(10/3) oleg Basarnas Bali.

Sebanyak 50 peserta dari berbagai unsur SAR mengikuti pelatihan teknik pertolongan di permukaan air (water rescue) yang dibuka Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, dan Sistem Komunikasi Basarnas, Marsekal Muda TNI Irawan Nurhadi dan dihadiiiiri Sekda Jembrana I Made Sudiada.

Dandim 1617 Jembrana Letkol kav Djefry Marsono Hanok. Kasat Polair Polres Jembrana Iptu H Edy Waluyo dan kalak BPBD Jembrana I Katut Eko Susilo Artha Permana.

Kepada peserta Irawan Nurhadi mengatakan tantangan kedepan khususnya pencarian dan pertolongan (SAR)  semakin berat.

“Masyarakat sekarang dapat menilai terhadap apa yang sudah kita kerjakan. Untuk itu penyelenggaraan pencarian dan pertolongan  haruslah terencana dan terintegrasi, sehingga pengelolaan pencarian dan pertolongan dapat dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh,” ujarnya.

Sehingga sangat diperlukan upaya –  upaya penguatan kapasitas baik melalui latihan –  latihan SAR bersama secara berkesinambungan dan perlunya koordinasi yang optimal baik sebelum terjadinya kecelakaan maupun pada kondisi penyelenggaraan Operasi SAR.

Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada, menyampaikan selain penguatan alat utama (Alut), tahun ini Basarnas juga memfokuskan pembinaan potensi SAR di seluruh Indonesia.

Dari target 10.000 unsur SAR terlatih di seluruh Indonesia, Basarnas Bali diwajibkan melatih 350 orang.

”Angka tersebut harus dicapai tanpa mengurangi dari kualitas pengajaran dan materi yang diberikan peserta,” ujarnya.

Tujuan dari pelatihan potensi SAR ini adalah meningkatkan kerjasama dengan potensi SAR di wilayah kerja Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana serta memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada Potensi SAR dalam melaksanakan pertolongan dan penyelamatan korban di permukaan air.

Materi yang diberikan yakni teknik pertolongan lalu praktek langsung di kolam renang dan Pantai Candi Kusuma.

Materi SAR yang akan diberikan kepada para peserta diantaranya substansi tentang Basarnas, pengantar pertolongan pertama (first aid), pemindahan dan penilaian korban, bantuan hidup dasar dan resusitasi jantung paru, pengantar dan pedoman keselamatan di air, Personal Floating Device (PFD), metode  pertolongan dipermukaan (RTRGT), akses dan pertolongan (Pengetahuaan prahu karet, Olah gerak/ dayung, motor tempel), teknik renang gaya dada dan gaya bebas dan pembinaan fisik.(nm/bpn/tim)