Batal Pulang ke Negara Asal Karena Terkendala Penerbangan, Wanita Prancis Ini Meninggal di Villa

Petugas medis saat mengevakuasi jenazah korban di Villa Canikaya Mimi Manis, Banjar Lungsiakan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (30/7/2020) kemarin.
Petugas medis saat mengevakuasi jenazah korban di Villa Canikaya Mimi Manis, Banjar Lungsiakan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (30/7/2020) kemarin.

GIANYAR, balipuspanews.com – Keinginan Anne Marie Elisabeth Marguerite pulang ke negara asalnya Prancis pupus sudah. Pasalnya, wanita berusia 84 tahun ini keburu berpulang di Villa Canikaya Mimi Manis Lungsiakan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (30/7/2020).

Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh Media ini, Jumat (31/7/2020) almarhum Anne Marie Elisabeth Marguerite bersama anaknya Eric Andre (60), bersama menantu dan cucunya pada tanggal 23 Juli 2020 berencana balik ke negara asalnya Prancis. Namun, karena terkendala penerbangan akibat mewabahnya pandemi Covid-19 membuat niat mereka untuk pulang batal.

Kemudian mendiang berserta anaknya memilih untuk kembali menginap di Villa Canikaya Mimi Manis yang sebelumnya ditempati mereka. Rabu (29/7/2020) rencananya almarhum akan melaksanakan pengobatan ke RS BMC Nusa Dua akibat penyakit yang dideritanya namun batal.

Sehari setelahnya yakni, Kamis (30/7/2020) sekitar pukul 07.00 Wita anak mendiang melihat ibunya sudah dalam keadaan lemas di dalam kamar. Lalu anak mendiang memanggil saksi Aldo Putra Sanjaya yang merupakan manager villa tersebut, mereka lalu mengecek keadaan mendiang.

Setelah itu, pihak villa pun menghubungi tim medis untuk mendapatkan pertolongan karena mendiang dalam keadaan lemas dan kritis. Sekitar pukul 08.15 Wita petugas medis dari Ubud Care tiba di villa tersebut, mendiang pun dinyatakan telah meninggal dunia.

Kapolsek Ubud, AKP Gede Sudyatmaja membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya pun telah melakukan pemeriksaan namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Menurut penuturan anak almarhum memang yang bersangkutan telah dalam keadaan sakit, kami melakukan pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ujarnya.

“Almarhum bersama anak, menantu, dan cucunya telah tinggal di villa tersebut sejak 15 Maret 2020 lalu, mulai dari check in bahwa kondisinya sudah sakit dan menggunakan kursi roda mengingat faktor usia. Selama almarhum tinggal di villa tersebut pun sudah sering melakukan berobat jalan ke rumah sakit,” imbuhnya.

PENULIS : Ketut Catur

EDITOR : Oka Suryawan