Nyoman Sastrawan dari BPTD Satpel Pelabuhan Gilimanuk.

GILIMANUK,balipuspanews.com- Untuk membatasi masuknya warga dari luar Bali terutama dari zona merah corona melalui penyebrangan di selat Bali, PT ASDP Indonesia Ferry siap melaksanakan.

Namun untuk pelaksanaanya, otoritas pengelola penyebrangan itu masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Untuk melakukan pembatsan orang masuk Bali, ASDP sudah membuat opsi dan tinggal melaksanakanya.

“sesua hasil rapat kami, jika memang ada intruski dari pusat untuk membatasi penyebrangan orang kami sudah siap,” ujar Nyoman Sastrawan dari BPTD Satpel Pelabuhan Gilimanuk.

Selasa (31/3). Opsi tersebut kata Sastrawan yakni ASDP akan mengurangi jumlah kapal yang diopraikan dari 32 kapal menjadi 16 kapal. Loket tiket untuk penumpang, sepeda motor dan mobil roda 4 juga akan ditutup.

“Yang dilayani hanya untuk kendaraan angkutan logistic dn sembako. Tetapi itu baru opsi dan belum dilaksanakan karena belum ada keputusan pusat. Jika sudah ada keputusan pusat sebagai dasar pelaksanaanya kami akan laksanakan,” ungkapnya.

Dengan belum adanya keputusan pusat untuk membatasi penyebrangan orang, maka saat ini penyebrangan masih tetap normal melayani semua penguna jasa dan ASDP mengoprasikan 32 kapal.

“Jika ada kepurtusan pusat maka kami akan memilah-milah penumpang yang masuk Bali. Mereka yang menyebrangan adalah benar-benar yang memiliki kepentingan mendesak,” jelasnya.

Manajer usaha PT ASDP unit pelabuhan Gilimanuk Windra Sulistiawan menambahkan, untuk menyeleksi pengunan jasa yang masuk Bali, bisa dilakukan karena system untuk tiket penyebrangan wajib mengunakan KTP.

“Di loket tiket kita bisa filter. Bagi penguna jasa yang berasal dari zona merah kita kita minta untuk tidak masuk Bali,” tambahnya. (nm/bpn/tim).