Bawa Suami Palsu Untuk Loloskan Pinjaman Kredit, Polisi Selesaikan Secara RJ 

Kasus penipuan bermodus membawa suami palsu untuk pinjaman kreditan macet diselesaikan secara Restoratif Justice (RJ)
Kasus penipuan bermodus membawa suami palsu untuk pinjaman kreditan macet diselesaikan secara Restoratif Justice (RJ)

DENPASAR, balipuspanews.com – Kasus penipuan bermodus membawa suami palsu untuk pinjaman kreditan macet diselesaikan secara Restoratif Justice (RJ). Kedua belah pihak yang berseteru berdamai dan korban bersedia mencabut laporannya.

Wakasat Reskrim AKP Wiastu Andri Prajitno,S.H., seijin Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, tindak pidana penipuan ini dialami korban PN,42.

Ia melaporkan kasus ini ke Polresta Denpasar, pada 14 Januari 2022 lalu. PN mengaku menjadi korban penipuan di Bank Kanti cabang Denpasar, pada 22 November 2019 lalu.

Tersangka dalam hal ini adalah SR,48.Tersangka memiliki kredit di Bank BPR dan mengalami macet (tidak bisa membayar cicilan).

AKP Andri mengungkapkan, tersangka SR awalnya meminta bantuan kepada oknum karyawan BPR berinisial AT, agar mencarikan orang untuk membantu melunasi kreditnya. Saksi lantas mengenalkan tersangka ke korban.

Setelah terjalin kesepakatan, tersangka dan korban janjian bertemu di Bank BPR guna melunasi sisa kreditnya. Tapi, kurun waktu 3 bulan berjalan, SR tidak urung membayar janjinya tersebut.

“Tersangka tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang korban,” ungkapnya.

Korban kemudian menawarkan untuk membantu tersangka meminjamkan Sertifikat Hak Milik (SHM) ke Bank lain. Namun pada saat dilakukan survey oleh pihak Bank, tersangka mengaku bahwa yang menandatangani di surat perjanjian tersebut bukanlah suaminya.

Tapi laki-laki yang disewa oleh tersangka bernama MP. Akibatnya korban merasa ditipu dan melaporkannya ke Polisi.

“Tersangka mengajak laki-laki berpura-pura menjadi suaminya untuk menandatangani surat perjanjian, agar korban percaya dan mau membantu tersangka melunasi sisa hutang di Bank BPR Kanti,” ungkapnya.

AKP Andri mengungkapkan, gelar Restoratif Justice ini adalah untuk memberikan kepastian hukum terhadap kasus tersebut. Pihaknya juga sudah memeriksa sejumlah saksi dan keterangan kedua belah pihak.

Selanjutnya, kasus ini pun diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak saat ini dalam proses pengembalian pinjaman.

“Kedua belah pihak sudah ada kesepakatan dan sudah saling meminta maaf. Korban juga sudah mencabut laporan. Sehingga kami memberikan kepastian hukum terhadap kasus ini dan mengelar Restoratif Justice,” terangnya.

Selain itu kata AKP Andri, pihaknya juga telah mengeluarkan surat penghentian penyidikan terhadap kasus tersebut, sebagai salah satu syarat dari pelaksanaan RJ dan sebagai bentuk pertanggung-jawaban penyidik.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan 

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version