Bawaslu Bali Imbau Masyarakat Tolak Politik Uang

DENPASAR, balipuspanews.com

Komisioner Bawaslu Provinsi Bali Bidang Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi, Ketut Rudia menghimbau masyarakat agar menolak money politic (politik uang) jelang pencoblosan Pilkada 9 Desember nanti.

Politik uang rawan terjadi setiap perhelatan hajatan lima tahunan.
Untuk Pilkada serentak di enam kabupaten/kota di Bali semua daerah ada potensi terjadi politik uang. Demikian disampaikan Rudia saat dikonfirmasi balipuspanews.com, Rabu (2/12/2020).

“ Kepada masyarakat kami meminta untuk tidak berbuat yang dapat menjerumuskan mereka ke penjara. masyarakat harus berani tolak politik uang dan berani melaporkan ke pengawas terdekat,” tegasnya.

Rudia menegaskan, dari enam daerah yang menggelar Pilkada serentak Denpasar, Badung, Tabanan, Bangli, Karangasem, Jembrana, satu daerah yang memiliki potensi paling tinggi yaitu kabupaten Karangasem.

Padahal, lanjut mantan jurnalis ini, ada sanksi berat bagi mereka yang melakukan praktik kotor politik uang tersebut dan Undang-Undangnya pun sudah jelas ada.

Pasal 187 Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang nonor 2 tahun 2015 tentang Penetapan Aturan Pemerintah tentang Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang Pemulihan Gubernur, Bupatu dan Wali Kota.

Bunyi pasalnya, setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberi uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada Warga Negara Indonesia baik secara langsung atau tidak langsung dengan ancaman pidana paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan dan denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak 1 milyar.

“ Kalau paslon melakukan money politik secara masif, jika terbukti dia bisa di diskualifikasi. dia bisa kena pasal psl 187A,” bebernya.

Rudia menyarankan kepada masyarskat agar tidak melakukan money politic, alasannya tidak layak sebagai pemimpin dan berpotensi menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya untuk kepentingan pribadi atau golongan.

PENULIS : Budiarta

EDITOR : Oka