Kamis, Juni 20, 2024
BerandaBulelengBawaslu Buleleng : Terbukti Rusak APK Pemilu Bisa Dipidana

Bawaslu Buleleng : Terbukti Rusak APK Pemilu Bisa Dipidana

BULELENG, balipuspanews.com – Bawaslu Kabupaten Buleleng mengingat masyarakat pelaksana, peserta, dan tim kampanye selama tahapan kampanye di Pemilu 2024 agar tetap menjaga kondusifitas termasuk tidak usil untuk merusak alat peraga kampanye (APK) yang dipasang calon legislatif (Caleg). Sebab jika terbukti sengaja merusak APK, maka ancamannya sampai dihukum penjara sesuai Undang-undang Pemilu nomor 7 tahun 2017 pasal 521.

Ketua Bawaslu Kabupaten Buleleng I Kadek Carna Wirata mengatakan sampai sekarang pihaknya belum menerima laporan secara resmi tentang adanya pengerusakan APK dari para peserta Pemilu 2024. Meski begitu baru ada satu caleg yang berkomunikasi terkait adanya dugaan pengerusakan baliho di Wilayah Kecamatan Buleleng.

“Yang menyampaikan itu (dugaan pengerusakan APK) langsung ke saya ada satu, kami sudah perintahkan jajaran untuk atensi sembari sosialisasi,” ungkap Carna saat dikonfirmasi Senin (18/12/2023).

Carna menekankan jika nantinya ada yang terbukti dengan sengaja merusak APK dalam bentuk apapun maka sesuai undang-undang pemilu bisa dikenakan sanksi ringan hingga penjara paling lama 2 tahun dengan denda Rp 24 juta. Kini pihaknya bersama jajaran terus melaksanakan sosialisasi terkait hal tersebut untuk tetap menjaga kondusifitas Pemilu di Kabupaten Buleleng.

BACA :  Mudahkan Akses Pemedek, Pemkab Bangun Jalan Terusan Dibawah Pura Rambut Siwi

“Kita berharap masyarakat, pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu tidak melakukan hal itu (Pengerusakan APK) karena ada kemungkinan bisa dipidana apabila benar-benar terbukti,” tegas dia.

Disisi lain berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, seminggu belakangan ditemukan ada satu baliho caleg DPRD Kabupaten Buleleng dari PDI-Perjuangan dan satu baliho caleg DPRD Provinsi Bali dari Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang diduga telah dirusak dengan cara dirobek.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular