Bayi Kembar Empat Lahir di Prima Medika

3596
Kelahiran bayi kembar empat melalui program bayi tabung kembali terjadi
Kelahiran bayi kembar empat melalui program bayi tabung kembali terjadi

DENPASAR SELATAN,balipuspanews.com- Kelahiran bayi kembar empat melalui program bayi tabung kembali terjadi, Rabu (6/2) lalu di Rumah Sakit Umum (RSU) Prima Medika. Empat bayi tersebut dengan tiga jenis kelamin laki-laki dan seorang perempuan.

Pasangan Nyoman Pasek Eka Suadnyana dan Kadek Upik Lilian Mahayanthi, asal Karangasem.

Saat ditemui, Sabtu (9/2), Pasek menjelaskan empat anak ini merupakan generasi kembar perdana pada keluarganya. Namun menurut sejarah, kata dia, generasi kembar juga terjadi pada leluhurnya terdahulu.

“Ini keturunan kembar di keluarga saya. Namun menurut cerita katanya sih ada leluhur yang kembar, bahkan terdapat pelinggih kembar di rumah tua kami,” ungkapnya, yang juga didampingi Direktur RSU. Prima Medika, dr. Putu Dian Ekawati, MPH dan dr. Putu Sarjana, Sp.OG (K).

Ditanya saat massa kehamilan sang istri, ia mengatakan tidak ada kendala yang berarti, hampir sama seperti hamil pada umumnya. Bahkan, kedua jarang bertemu lantaran Pasek yang bekerja di kawasan Ungasan, sedangkan Upik di Karangasem.

“Mungkin ini sudah anugerah, prosesnya mulus, dari awal hamil hingga kelahiran. Hanya saja selama hamil istri harus mengurangi aktifitas,” kata Pasek.

Sementara itu, menurut dr. Putu Sarjana, Sp.OG (K) kelahiran bayi empat ini, l2kbukan merupakan tujuan dari program bayi tabung, namun kelahiran kembar memang menjadi salah satu resiko program tersebut.

Ia mengatakan, untuk kelahiran kembar kedua ini terbilang unik. Secara ilmu kedokteran, kata dr. Sarjana, pada proses bayi tabung ditanam satu hingga empat embrio, yang bertujuan salah satunya dapat dibuahi secara maksimal dan sisanya akan dibekukan yang dapat ditanam lagi sesuai dengan keinginan peserta.

“Jumlah embrio yang ditanam juga ditentukan usia peserta dan kualitasnya,” ujar dr. Sarjana.

Ia menjelaskan, pada wanita sebelum 30 tahun jumlah embrio yang ditanam antara satu dan dua, sedangkan diatas 30 tahun hingga 35 tahun jumlah yang ditanam tiga embrio dan empat embrio pada wanita di atas 35 tahun.

Terkait tingkat keberhasilan program bayi tabung, dr. Sarjana mengatakan usia menjadi barometer keberhasilan program. Pada wanita usia 30 tahun, keberhasilan program rata-rata hingga 50 persen, dan tingkat keberhasilan semakin kecil ketika usia peserta semakin dewasa. Untuk Upik, embrio yang ditanam sebanyak tiga.

“Kelahiran kembar empat kali ini tergolong sukses, tiga laki-lakinya kelahiran identik, dua diantara mereka secara umum perkembangannya akan memiliki kesamaan hingga 99 persen meliputi kemiripan wajah, prilaku dan fisik,” jelasnya.

Ia menambahkan, kelahiran kembar pada program bayi tabung pada umumnya tidak identik, lantaran masing-masing embrio berasal dari sel telur yang dibuahi oleh satu sperma. Sedangkan kembar identik terjadi pada kelahiran alami, yang berasal dari sel telur yang dibuahi satu sperma yang kemudia membelah sehingga kemiripan mencapai 99 persen.

Keunikan lainnya, secara umum bayi kembar empat jarang mencapai cukup bulan, sehingga bayi butuh perawatan intensif salah satunya diinkubasi. Sedangkan pada kehamilan Upik, kandungan berusia cukup.
Menurut Dian Ekawati, kelahiran kali ini merupakan kejadian kembar empat yang kedua sejak 2012 hingga 2018, satu lainnya melahirkan di RSU swasta lain. Sedangkan kelahiran lainnya, meliputi kelahiran tunggal sebanyak 182 kali, kelahiran kembar dua sebanyak 72 kali dan kembar tiga sebanyak 24 kali.

Menurut data RSU Prima Medika, peminatnya program bayi tabung cukup tinggi yakni pada peserta usia 30-34 tahun yang mencapai 244 sejak tahun 2012 hingga 2017, dengan dua tingkat keberhasilan yakni kimiawi yakni hasil pemeriksaan darah setelah ditanami embrio selama 12 hari, dan keberhasilan hamil klinik yakni hasil pemeriksaan darah yang dilakukan setelah hari ke 14 setelah dinyatakan positif hamil.
Pada jumlah 244 tersebut, tercatat tingkat keberhasilan kimiawi mencapai 47,1 persen dan 37,3 persen pada keberhasilan klinik. (bud/bpn/tim).

Loading...