Bayi Yang Dibuang, Lahir Di Kamar Mandi

NEGARA,balipuspanews.com- Kedua orang tua bayi perempun yang dibuang di bale bengong panti asuhan Giri Asih, Melaya, sudah diamankan polisi. Dari keterangan sementara, bayi hasil hubungan gelap itu dibuang karena ibu bayi itu takut ketahuan orangtuanya.

Informasi yang dihimpun, pasangan anak baru gede (ABG) itu adalah siswa di salah satu SMA di Melaya. Yang perempuan berinisial RP,17, dan yang laki-laki berinisial PR,16, merupakan adik kelas RP. Mereka berpacaran cukup lama dan sering melakukan hubungan suami istri. Akibatnya PR hamil dan tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Pada Selasa (27/10) malam PR sakit perut seperti tanda-tanda akan melahirkan. Lalu pada Rabu (28/10) sekitar pukul 02.00 RP melahirkan di kamar mandi rumahnya tanpa bantuan siapapun dan tanpa sepengetahuan orang tuanya. Setelah bayinya lahir, RP lalu membungkusnya dengan baju coklat lalu memasulanya ke tas gendong. Kemudian RP menelpon PR agar datang kerumahnya. Setelah PR datang lalu RP mengajaknya membuang bayi perempuan itu di panti asuhan. Namun dalam perjalanan menuju panti asuhan, PR menyampaikan siap bertanggung jawab terhadap bayi itu. Tetapi RP mengaku takut dengan orang tuanya, sehingga bayi itu tetap di buang di panti asuhan. Setiba di lokasi PR lalu membawa tadi berisi darah dagingnya tersebut masu dan menaruhnya di bale bengong panti asuhan sementara RP menunggu diatas motor.

BERITA TERKAIT:

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita, ketika dikonfirmasi membemarkan kalau kedua orang tua bayi yang dibuang itu sudah diamankan.

“Kedua pelajar asal kecamatan Melaya itu masih diperiksa,” ujarnya. Perbuatan tersebut melanggar 305 KUHP dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara.

Penulis : Anom

Editor : Oka