Sabtu, Juni 22, 2024
BerandaBulelengBBM Naik, Dishub Buleleng Terpaksa Tambah Anggaran Untuk Operasional Bus Sekolah

BBM Naik, Dishub Buleleng Terpaksa Tambah Anggaran Untuk Operasional Bus Sekolah

BULELENG, balipuspanews.com – Imbas kenaikan bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya berimbas ke masyarakat. Akan tetapi berimbas pula pada anggaran yang nantinya dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng khususnya untuk operasional bus sekolah yang beroperasi dari Senin hingga Sabtu itu.

Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra menyebutkan jika pihaknya terpaksa menambah anggaran khususnya untuk operasional bus sekolah. Sebab tadinya sebelum harga BBM naik, anggaran sudah disediakan sebanyak Rp 200 juta per tahun sudaj dipastikan tidak akan cukup lagi untuk kedepannya.

Gunawan memaparkan jumlah anggaran itu dipergunakan untuk mengoperasikan dua unit bus sekolah, mulai dari membeli BBM jenis dexlite, ganti oli, hingga ban. Bus tersebut beroperasi mengikuti jadwal sekolah, pada hari Senin hingga Sabtu.

Maka dari itu, dengan naiknya harga BBM sejak dua hari lalu, Gunawan memastikan jika anggaran yang telah disediakan tersebut tidak akan cukup hingga akhir tahun nanti.

“Untuk jumlahnya kami belum hitung anggarannya kurang berapa. Namun setiap hari itu, untuk satu bus bisa menghabiskan 25 liter solar untuk antar jemput siswa,” sebutnya, Selasa (6/9/2022).

BACA :  Pemprov Bali Biayai Kremasi 11 Jenazah Terlantar

Menyikapi itu, Gunawan mengaku sudah mengusulkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Buleleng, untuk penambahan anggaran operasional bus sekolah, dalam anggaran perubahan nanti. Sehingga dirinya berharap orang tua siswa memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah, untuk menekan biaya pengeluaran BBM di rumah tangga.

Kendati begitu, kata Gunawan sejauh ini bus sekolah masih sepi pengguna saat shift pagi, namun jika shift siang yang hampir selalu ramai. Dirinya memperkirakan hal itu terjadi lantaran siswa bangun kesiangan dan membuat orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi.

“Kalau pakai bus sekolah, kan tidak bisa, menunggu jadi pagi itu sepi. Nah berbeda kalau siang saat jam pulang sekolah, bus sekolah pasti ramai,” kata Gunawan.

Sekedar diketahui rute bus sekolah gratis ini sementara hanya ada di sekitaran Kota Singaraja. Dimana satu bus mulai berangkat dari Terminal Sangket, lalu melewati Jalan Jelantik Gingsir, Mayor Metra, Vetran, Ngurah Rai, Letkol Wisnu, Gajah Mada, Dr Sutomo, Diponegoro, Erlangga, WR Supratman lalu berakhir di Terminal Penarukan. Sedangkan bus kedua melewati jalur sebaliknya.

BACA :  Tampil Dramatis, Obor Culik Bungkam Himvolip di Partai Puncak

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular