25.4 C
Denpasar
28/01/2022, 7:23 AM
NasionalJakartaBeda dengan Pemerintah, KPU Bertahan pada Usulan Hari-H Pemilu 21 Februari 2024

Beda dengan Pemerintah, KPU Bertahan pada Usulan Hari-H Pemilu 21 Februari 2024

balipuspanews google news

JAKARTA, balipuspanews.com – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengakui pihaknya menemui Presiden Joko Widodo pekan lalu pada Kamis (11/11/2021). Namun, ia memastikan belum ada perubahan atas keputusan KPU soal hari H pemungutan Pemilu Serentak 2024.

Hingga saat ini, lembaga penyelenggara pemilu tersebut tetap bertahan pada usulannya yaitu hari H pemungutan suara Pemilu Serentak 2024 dilaksanakan pada 21 Februari 2024.

“Sampai hari ini rancangan dan konsep yang kami rumuskan masih pada tanggal 21 Februari 2024,” ucap Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema ‘Utak Atik Penetapan Jadwal Pelaksanaan Pemilu 2024, Ada Apa?’ di Media Center Parlemen, Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Untuk diketahui hingga saat ini penetapan jadwal hari H Pemilu Serentak 2024 masih tarik ulur. KPU mengusulkan Pemilu 2024 dilaksanakan pada 21 Februari 2024, sedangkan pemerintah menginginkan pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 pada 15 Mei 2024.

Perbedaan penetapan hari H Pemilu 2024 juga terjadi di DPR. Sembilan fraksi yang ada di DPR belum satu suara mengenai jadwal hari H pemungutan suara Pemilu 2024. Sebagian fraksi mendukung usulan KPU, sebagian fraksi lainnya mendukung keinginan pemerintah.

Lebih jauh, mantan Anggota KPUD Bali ini menjelaskan keputusan KPU yang mengusulkan hari H Pemilu 2024 pada 21 Februari 2024 sudah dilakukan melalui kajian dan pertimbangan menyeluruh.

“Jadi kami sudah mengkaji dari aspek regulasi dari aspek teknis penyelenggaraan. Kemudian dari aspek bagaimana tata kelola penyelenggaraannya. Nah, aspek-aspek itu yang menjadi penting dimana KPU melakukan kajian secara mendalam,” sebut Raka Sandi.

Meski kekeh dengan sikapnya, Raka Sandi mengatakan KPU tetap membuka ruang dialog dari semua unsur kepentingan yang terlibat dalam persoalan ini. KPU juga sudah menyepakati pertemuan tripartit antara KPU, DPR dan pemerintah soal penetapan jadwal Pemilu 2024.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diagendakan, kita duduk bersama segenap pemangku kepentingan untuk bertemu, begitu ya. Menyampaikan pandangannya dan mudah-mudahan dapat diambil keputusan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tegas Raka Sandi.

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengatakan sejak awal pembahasan FPDIP mendukung jadwal yang telah disusun KPU yaitu pada 21 Februari tahun 2024.

“Kami mendukung jadwal yang telah disusun oleh Komisi Pemilihan Umum yang kira-kira jatuhnya pada 21 Februari tahun 2024 atau setidak-tidaknya sebelum Ramadan tahun 2024,” ucap Rifqi panggilan akrabnya.

Ada beberapa alasan FPDIP yaitu ingin jeda waktu cukup antara Pemilu Legislatif (DPR, DPD dan DPRD) dengan pemilihan kepala daerah (pilkada). Gunanya, untuk menyelesaikan berbagai macam dinamika termasuk sengketa hukum, baik administrasi, etika maupun hukum pidana termasuk terkait dengan sengketa di Mahkamah Konstitusi.

“Kalau pelaksanaannya bulan Mei, sebagaimana usul dari pemerintah melalui pernyataan Menkopolhukkam Pak Mahfud MD, kita khawatir sengketanya nggak selesai. Lalu kemudian proses pencalonan kepala daerahnya bermasalah,” ucap Rifqi.

Selain itu, alasan lainnya adalah ada jeda waktu cukup antara Pemilu Legislatif (Pileg) dengan Pemilihan Presiden (Pilpres). Karena tidak ada jaminan kontestan pada Pilpres 2024 hanya 2 kontestan yang berimplikasi pada pelaksanaan Pilpres dilaksanakan 2 putaran.

Bila Pilpres harus dilakukan 2 putaran maka punya waktu cukup untuk menyiapkan segala sesuatunya.

“Kalau pelaksanaan Pilpres pada bulan Mei, maka kemudian kita tentu akan tergesa-gesa untuk mengejar pelantikan presiden pada 20 Oktober tahun 2024,” urai Rifqi.

Alasan yang juga sangat penting sambung Rifqi, yaitu FPDIP menghindari pelaksanaan masa kampanye pada bulan Ramadan di tahun 2024. Pihaknya tidak ingin bulan Ramadan dicemari oleh hal-hal yang dapat mengurangi kekhyusuan ibadah.

Antara lain menjadi ajang kampanye terselubung, berkedok politik identitas, politik SARA dan seterusnya.

“Dan ramadan itu amat memungkinkan menjadi bahan bakar paling efektif untuk menyulut perpecahan di antara kita sebagai anak bangsa, kalau bulan Ramadan 2024 masuk dalam masa kampanye,” tegas Rifqi.

Senada Anggota Komisi II DPR lainnya dari Fraksi Partai Demokrat Anwar Hafid mengatakan sikap fraksinya satu pandangan dengan PDIP yang mendukung usulan KPU.

“Sikap kami jelas, mendukung sepenuhnya apa yang ditetapkan KPU, karena KPU itulah yang secara teknis lebih paham tentang pelaksanaan Pemilu,” tegas Anwar.

Anwar mengatakan patut dicurigai dari keinginan pemerintah yang tiba-tiba mengusulkan jadwal baru yang berbeda dengan KPU. Ia mengaitkan keinginan pemerintah yang memunculkan perdebatan itu karena masa keanggotaan KPU periode saat ini yang akan berakhir menunggu komposisi KPU yang baru.

“Pemerintah memunculkan jadwal yang baru, sehingga sampai hari ini terkatung-katung kita belum jelas. KPU yang periode ini sudah mau berakhir, sementara KPU yang baru masih dalam proses,” ucap Anwar.

Pembicara lainnya, Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing menilai ada politic timing dalam persoalan ini. Menurutnya, semua pihak tentu memiliki kalkulasi politik yang menentukan sikap dari keputusan yang diambil.

“Jadi ada politic timing. Kalau dekat-dekat dengan katakanlah hari besar keagamaan, partai mana yang diuntungkan, pasti berjuang dekat-dekat di situ, sederhana saja sebenarnya,” kata Emrus.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Isoter Kembali Diaktifkan, Satgas Segera Berlakukan Jam Malam
02:57
Video thumbnail
Buleleng Siap Gelar Gebyar Vaksin Booster
01:32
Video thumbnail
Produk Olahan Cokelat Jembrana Tembus Pasar Dunia
02:33
Video thumbnail
Ular Pura Goa Lawah Muncul, Warga Menyebut Sebagai Pertanda Baik
01:29
Video thumbnail
Cegah Penularan Covid 19, Besuk Tahanan Dilarang
01:35
Video thumbnail
Rutan Polresta Membludak, Mayoritas Tahanan Narkoba dan Kriminal
02:19
Video thumbnail
Pantai di Klungkung Akan Dibuatkan Tanggu Pengaman
01:44
Video thumbnail
Pasca Berstatus Zona Hijau, RSU Klungkung Kembali Rawat Pasien Covid 19
02:13
Video thumbnail
Atlet Muaytai Klungkung Raih Lima Medali di Kejurnas Makassar
02:12
Video thumbnail
Warga Resah, Babi Milik Warga Abang Mati Misterius
02:01
Video thumbnail
Pasien Isoman di Denpasar Mulai Dipindahkan ke Isoter
02:17
Video thumbnail
Rest Area Goa Jepang Akan Menjadi Tempat Rekreasi
01:44
Video thumbnail
Hindari Tahanan Kembali Kabur, Polres Revitalisasi Sel
02:23
Video thumbnail
Hadapi Varian Omicron, Masyarakat Jangan Panik, Tetap Disiplin Prokes
02:50
Video thumbnail
Pengamen dan Gepeng di Denpasar Dipulangkan ke Daerah Asal
02:15
Video thumbnail
Harga Minyak Goreng di Klungkung Dipastikan Stabil
02:02
Video thumbnail
Pelayanan Vaksinasi Booster di Puskesmas Mulai Dilakukan
02:07
Video thumbnail
Seminggu, Minyak Goreng di Buleleng Harus Menyesuaikan di Harga Rp 14 Ribu
01:53
Video thumbnail
Vaksin Booster Sudah Bisa Dilakukan di Puskesmas, Ini Syaratnya
01:36
Video thumbnail
Polisi Bubarkan Kerumuman yang Bisa Meresahkan Masyarakat
01:36
Video thumbnail
BLT DD di Buleleng Kembali Bergulir
02:32
Video thumbnail
Ciptakan Ekosistem Ekonomi Digital, Bandara Ngurah Rai Dukung QRIS
03:10
Video thumbnail
Monumen “Sita Kepandung” Akan Dibangun di Simpang Enam Denpasar
03:20
Video thumbnail
Tiga Tahanan Kasus Pencurian Kabur
01:20
Video thumbnail
Desa Adat Buleleng Sepakat Tak Buat Ogoh Ogoh
02:42
Video thumbnail
Berkunjung ke Gianyar, Kak Seto Ajak Anak Dengarkan Dongeng
02:52
Video thumbnail
Korsleting Kerap Jadi Pemicu Kebakaran, Damkar Karangasem Himbau Warga Perhatikan Instalasi Listrik
01:52
Video thumbnail
Bali Kembali Dipilih Jadi Tuan Rumah Event Bertaraf Internasional
03:01
Video thumbnail
Harga Bawang Merah Turun Petani Kintamani Menjerit
02:08
Video thumbnail
Capaian Vaksin Sudah Penuhi Target, Buleleng Siap Terima Booster Dosis III
01:55
Video thumbnail
Pawai Ogoh Ogoh di Jembrana Menunggu Perkembangan Kasus Covid-19
03:42
Video thumbnail
Vaksinasi Anak Usia 6 11 Tahun Masuk Dosis ke II
02:23
Video thumbnail
Vaksin Booster Dimulai, Masyarakat Diminta Cek Tiket dan Jadwal Vaksinasi di PeduliLindungi
02:09
Video thumbnail
Bali Siap Terima Booster Dosis Ketiga
02:44
Video thumbnail
Penjual Hewan Penular Rabies di Pasar Satria Ditertibkan
02:21
Video thumbnail
Cegah Terjadinya Banjir, Pembersihan Saluran Air di Denpasar Terus Digencarkan
02:06
Video thumbnail
Badai dan Puting Beliung di Selat Bali, Penyeberangan Kembali Lumpuh
01:52
Video thumbnail
PTMT 100 Persen di Buleleng Sudah Mulai Dilakukan, Prokes Harus Tetap Diawasi
02:14
Video thumbnail
Tekan Penularan Kasus, Tracing Jemput Bola Terus Digencarkan di Denpasar
02:01
Video thumbnail
Diterjang Derasnya Air Sungai, Akses Jalan Menuju Villa dan Pantai di Tegal Besar, Klungkung Putus
01:42
Video thumbnail
Selama Dua Minggu Kasus Covid-19 Naik, Satgas Minta Warga Lebih Waspada
01:38
Video thumbnail
Tambah Daya Tarik Wisatawan, Pantai Jungutbatu, Nusa Penida Akan Ditata
02:14
Video thumbnail
Polisi Diminta Usut Tuntas Dugaan Vaksin Booster Ilegal
02:14
Video thumbnail
Puluhan Ekor Penyu Hasil Tangkapan Pangkalan TNI AL Dilepas di Pantai Kuta
01:30
Video thumbnail
Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk Sempat Ditutup
01:48
Video thumbnail
Penanganan Omicron Diminta Fokus ke Faskes, Bukan Lagi pada Angka Penularan
02:25
Video thumbnail
Seniman Recycle Apresiasi Lampu Hijau Pembuatan Ogoh-Ogoh Sambut Nyepi Caka 1944
01:45
Video thumbnail
Pembuatan Ogoh-ogoh Diizinkan, MDA Buleleng Tekankan Beberapa Poin
02:29
Video thumbnail
Dengan Penerapan Prokes Ketat, Pawai Ogoh-ogoh Akan Digelar di Denpasar
03:33
Video thumbnail
Antisipasi Varian Baru, Kodim 1609/Buleleng Rapid Acak di Sekolah
02:42
Member of