De Gadjah
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews. com – Baru-baru ini Wakil Ketua Dewan Denpasar, Made Muliawan Arya “De Gadjah” menyempatkan diri mengunjungi sebuah yayasan rehabilitasi di Kerta Dalem, Sidakarya Denpasar Selatan.

Yayasan rehabilitasi yang punya label Anargya juga menangani terdakwa asing asal Australia yang divonis hakim jalani rehab selama 17 bulan.

Namun baru 4 bulan jalani rehab sejak 11 April lalu, kondisi Isaac demikian nama terdakwa WNA tersebut nampak terlihat lebih bugar dan percaya diri.

Di yayasan ini, De Gadjah sangat mengapresiasi akan peran dari Anargya membantu korban penyalahgunaan narkoba. Bahkan dirinya berharap agar kedepan pemerintah bisa menggandeng BNN dan instansi terkait mendirikan yayasan Rehab bagi pengguna narkoba di setiap kabupaten.

“Pandangan saya dari 70 korban narkoba itu adalah pemakai. Saya berkeyakinan dari hati nurani mereka ingin berhenti dari ketergantungan itu, namun banyak hal yang jadi pertimbangannya seperti dianggap aib dan sebagainya. Karenanya inilah pentingnya peran dari petugas di yayasan Rehabilitas untuk gencar ikut dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat membantu pemerintah dalam penanggulangan narkoba,” ungkap pria bertubuh tinggi besar itu.

Dirinya juga menambahkan bahwa proses hukum bagi pengguna narkoba yang dijalankan selama ini dimasukkan ke lembaga di Lapas tidak menjamin sebagai efek jera untuk tidak mengulangi lagi.

Menurutnya realita yang terjadi dari 10 orang korban narkoba yang dijebloskan ke proses hukum bisa dikatakan hanya 1 orang yang tobat.

“Korban narkoba dari 10 masuk Lapas, dimungkinkan hanya satu orang saja yang betul-betul tobat tetapi sisanya justru bisa lebih parah lagi ( banyak kasus mantan resdivis narkoba kembaki masuk lapas),” bebernya.

Karena itu Ia berharap kepada petugas dalam memberantas narkoba bisa membedakan mana bandar mana pemakai.

“Saat ditangkap jika murni pemakai bisa diarahkan ke langsung ke pusat rehab,” imbuhnya.

Terpenting privasi dari korban ini harus tetap bisa terjaga. Karena, katanDe Gadjah masyarakat dilingkungan tempat korban berada mungkin masih menganggap hal tersebut sebagai aib sehingga si korban ini merasa terkucilkan.

Jadi, kata dia kembali lagi pada peran yayasan rehabilitasi untuk membantu dalam bersosialisasi memeparkan kepada masyarakat tentang program yang diberikan sehingga ruang terbuka untuk sembuh bagi pengguna narkoba bisa diarahkan.(Jr/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...