Kamis, Mei 23, 2024
BerandaBulelengBegini Riwayat Anak Berusia 5 Tahun di Buleleng Diduga Meninggal Terjangkit DBD

Begini Riwayat Anak Berusia 5 Tahun di Buleleng Diduga Meninggal Terjangkit DBD

BULELENG, balipuspanews.com – Seorang anak berusia 5 tahun diduga meninggal dunia akibat terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Meninggalnya korban di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng ini justru menambah lagi jumlah kematian pasien yang terserang penyakit DBD.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng, Sucipto menerangkan jika pasien anak tersebut meninggal dunia pada Minggu (14/4/2024) malam di RSUD Buleleng. Awal dari kejadian, korban mengeluh sakit sejak lima hari sebelumnya, yakni pada Senin (9/4/2024) dan sempat diperiksa di RSUD Klungkung kemudian dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah di Kota Denpasar.

Esoknya, pada Selasa (10/4/2024) bocah tersebut diajak mudik keluarganya ke Desa Celukan Bawang, Gerokgak. Atas saran keluarga, pasien diajak berobat pijat ke Gilimanuk karena demam tidak turun. Kondisi korban pun terus memburuk dan pada Minggu bocah tersebut dibawa ke RSUD Tangguwisia Seririt kemudian dirujuk ke RSUD Buleleng.

“Sekitar pukul 20.54, dokter menyatakan pasien meninggal dunia dengan penyebab gagal nafas akibat hypoglikemi. Diagnosa akhir yang ditetapkan tim medis yakni dengue syok sindrom (DSS), pneumonia, dan gagal nafas akut,” jelas dia saat dikonfirmasi Selasa (16/3/2024).

BACA :  Jembrana Ditetapkan Sebagai Kabupaten Lengkap 

Kemudian kasus penyakit DBD di Buleleng terbilang masih cukup tinggi. Dinkes
Kabupaten Buleleng mencatat, secara kumulatif pasien yang dirawat akibat DBD hingga pertengahan April 2024 mencapai 515 pasien. Bahkan, Dinkes Buleleng mencatat sebanyak 17 kasus baru DBD pada Senin (15/4/2024) kemarin.

Sebanyak 17 kasus baru DBD pada Senin kemarin ini, tersebar di wilayah Kecamatan Buleleng 5 kasus, Kecamatan Sukasada 1 kasus, Kecamatan Seririt 2 kasus, dan Kecamatan Gerokgak 9 kasus. Sebagian besar penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut menyerang anak dengan umur 1-18 tahun yakni sebanyak 12 pasien.

Berkaca dari banyaknya jumlah pasien DBD tersebut, Dinkes Buleleng tidak hentinya mengimbau masyarakat agar jangan sampai menganggap remeh kasus DBD dengan tidak memperhatikan lingkungan sekitar.

“Penyakit DBD ini basisnya penyakit lingkungan, oleh karena itu sangat penting bagi masyarakat terutama melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular