Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SINGARAJA, balipuspanews.com — Sejumlah calon orangtua angkat mendatangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buleleng, pasca temuan bayi berjenis kelamin laki-laki dibuang dalam kardus di depan TPA Lila Hita, Jalan Parikesit, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Rabu (9/1) kemarin.

Data dihimpun, tercatat enam calon orangtua angkat datang dan melakukan konsultasi di ruang kerja Niken Puji Astuti selaku Kepala Seksi Pelayanan Sosial Anak dan Lanjut Usia Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng.

Seijin Kepala Dinas Sosial, Niken menuturkan, proses adopsi temuan bayi laki-laki hingga saat ini belum memiliki nama itu, bakal memakan waktu cukup lama.

Selain melakukan seleksi administrasi terlebih dahulu terhadap calon orangtua angkat, calon orangtua harus menjalani tes kesehatan dan tes psikologi.

“Calon orangtua harus menjalani tes kesehatan dan tes psikologi. Tes psikologi ini dapat dilakukan jika bayi sudah berumur enam bulan. Kami akan melihat chemistry dari calon keluarga yang mengadopsi. Kami ukur keseriusannya. Secara materi pun harus dipikirkan,” ungkap Niken saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/1).

Niken membeberkan, hingga saat ini tercatat ada enam keluarga yang melakukan konsultasi secara lisan untuk mengadopsi bayi tersebut.

“Mohon maaf, sementara ini kami tidak bisa menyebutkan nama-nama calon orangtua angkat tersebut. Kalau yang ingin mengadopsi banyak banget, dari berbagai daerah, ada dari Buleleng, Gianyar, bahkan Kalimantan. Kalau yang datang langsung ke kantor enam orang. Kemarin tiga orang, tadi pagi hingga siang ini, juga tiga orang,” ungkapnya.

Nah, proses adopsi terkesan rumit, lantaran bayi laki-laki memiliki berat lahir 3,3 kilogram dan panjang tubuh 52 centimeter itu, sudah terekspose oleh media, bahkan saat ini sedang dalam penanganan oleh pihak kepolisian sebelum nantinya diserahkan kepada pemerintah.

“Maka dari itu, prosedur dan mekanisme proses adopsi menjadi panjang. Bayi saat ini dalam kondisi sehat, masih di RS Kerta Usadha guna proses penyelidikan pihak kepolisian,” imbuhnya.

Masih kata Niken, proses adopsi bayi baru dapat diserahkan kepada orangtua angkatnya jika sudah berumur satu tahun.

“Nanti, kalau sudah selesai proses penyelidikan, Dinsos Buleleng akan menitipkan bayi yang belum diberi nama itu ke Yayasan Metta Mama dan Maggha di Jalan Gunung Lawu, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat,” pungkasnya.

Advertisement
Loading...