14/08/2020, 11:19 AM
Beranda Bali Denpasar Beh, Tengkulak Masih Bergentayangan di Denpasar

Beh, Tengkulak Masih Bergentayangan di Denpasar

 

Denpasar, balipuspanews.com – Denpasar merupakan salah satu daerah yang pertumbuhan ekonominya cukup baik di Indonesia. Maklum selain sebagai ibukota Provinsi Bali, Denpasar juga merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

Namun di tengah kondisi ini, ternyata ada fakta mengejutkan yang terekam di daerah ini. Salah satunya adalah, ketika di Kota Denpasar justru masih banyak bergentayangan tengkulak.

Hal ini terungkap saat anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali, AA Adhi Ardhana, memanfaatkan masa reses dengan menyerap aspirasi warga Banjar Dualang dan Paang Tebel, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar, pekan kemarin.

Dalam reses itu terungkap bahwa mata pencaharian masyarakat setempat 50% – 75% adalah petani penggarap.

“Artinya mereka hanya sebagai pelaku, sedangkan pemilik lahan hanya beberapa kelompok,” jelas anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali ini, di Denpasar, Minggu (22/10/2017).

Yang mencengangkan, hasil pertanian mereka malah dijual dengan sistem ijon kepada para tengkulak yang ternyata masih banyak berkeliaran di kota ini. Hasilnya, jangan tanya lagi. Pasti jauh dari harapan.

“Hasil pertanian mereka dijual dengan sistem ijon kepada tengkulak dan mereka mengeluh hasilnya jauh dari harapan,” beber Adhi Ardhana.

Selain itu, demikian Adhi Ardhana, beberapa waktu lalu ketika terjadi serangan hama dan gagal panen, para petani ini juga harus gigit jari.

Pasalnya, asuransi petani yang diharapkan bisa menyelamatkan keadaan mereka, ketika dicek malah hanya berupa blangko kosong. Praktis, asuransi tersebut tidak bisa diklaim.

“Ke depan, mereka berharap agar pemerintah lebih memperhatikan nasib petani terutama masalah keberpihakan kepada petani dan ada lembaga yang menangani panen dan membeli gabah petani dengan harga yang pantas,” tandas Adhi Ardhana.

Ia pun berjanji akan memperjuangkan aspirasi warga Banjar Dualang dan Paang Tebel, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar tersebut.

Menurut dia, penting ada perhatian lebih untuk warga di kawasan itu, mengingat Desa Peguyangan Kaja merupakan desa terluar dari Denpasar Utara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Badung, khususnya Desa Darmasaba.

Selain masalah para petani, dalam reses tersebut juga terungkap masalah limbah sampah maupun ternak yang datang dari kabupaten lain dan terdampak sampai sekarang. Parahnya, belum ada solusi dan penyelesaian atas hal ini.

Persoalan lainnya, terkait trotoarisasi di Jalan A Yani Utara Denpasar, mulai traffic light di Puri Peguyangan ke arah utara sampai perbatasan di Desa Darmasaba, Badung.

“Itu juga perlu mendapatkan perhatian. Masyarakat mengeluh, karena ini sudah disuarakan sejak lama tetapi belum pernah ditangabi,” kata Adhi Ardhana.

 

 

Menghilang dari Rumah, Korban Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai

GIANYAR, balipuspanews.com - Sempat hilang dari rumah, Ni Ketut Dani,49, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Subak Sudimara, Lingkungan Sema, Kelurahan Bitera,...

Status Tersangka, Ribuan Orang Tanda-tangan Petisi Bebaskan Jerinx SID yang Ditahan di Polda Bali

DENPASAR, balipuspanews.com - Penahanan pengebuk drum Superman Is Dead Gede Ari Astina alias Jetinx SID di Polda Bali menggoncangkan dunia maya. Ribuan orang menandatangi...