Penyelundupan penyu hijau ilegal berhasil digagalkan.
Penyelundupan penyu hijau ilegal berhasil digagalkan.

NEGARA, balipuspanews.cpm- Meski dilindungi undan-undang, namun masih ada yang nekat memperjualbelikan penyu hijau secara ilegal. Seperti 13 ekor penyu hijau yang ditemukan dirumah Tahwan (49) di Banjar Klatakan, Desa / Kecamatan Melaya pada Kamis (17/10) sore.

Awalnya anggota Reskrim Polres Jembrana mengadapat informasi dari masyarakat bahwa ada orang yang menyimpan satwa yang dilindungi berupa Penyu.

Setelah dilakukan penyelidikan, sekitar pukul 16.00 dirumah Tahwan ditemukan 13 ekor penyu hijau. Penyu yang dilarang untuk diperjualbelikan secara illegal itu ditaruh di lantai gudang.

“Agar penyu-penyu itu tidak bisa bergerak, kedua sirip depanya diikat dengan senar dan setiap saat disiram air supaya tidak mati,” ujar Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogi Pramagita, Jumat (18/10).

Penyu hijau yang berjumlah 13 ekor bersama Tahwan kemudian diamankan ke Polres Jembrana.

Dari pengakuan Tahwan, penyu-penyu itu adalah milik temannya bernama Sangkal asal Madura yang masih buron. Sangkal dikenal di pantai Klatakan dan meminta untuk menyimpan penyu di rumah tahwan dan permintaan itu disanggupi.

Lalu pada Rabu (16/10) sekitar pukul 20.00, Sangkal membawa penyu-penyu itu dengan perahu sampai di pantai Klatakan. Setelah diturunkan penyu-penyu berukuran besar itu kemudian digotong satu per satu menuju rumah Tahwan.

“Tersangka mengaku tidak tahu darimana Sangkal mendapat penyu-penyu itu. Menurut keterangan Sangkal yang didengarnya penyu-penyu tersebut dititp hingga sampai ada pembeli yang datang dari Denpasar. pembeli itu juga tidak diketahui, oleh Sangkal, Tahwan dijanjikan upah perawatan dan pemeliharaan Rp 100 ribu,” jelasnya.

Atas perbuatannya itu Tahwan dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf a UURI nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp. 100 juta.

”Kami juga masih melakukan pengembangan kasus ini. Penyu-penyu itu kita serahkan ke Penangkaran Penyu di desa perancak untuk dirawat dan diobsesvasi. Jika sudah sehat maka akan dilepasliarkan,” pungkasnya. (nm/bpn/tim)