Senin, Juli 15, 2024
BerandaBadungBeli Bensin Gunakan Jerigen ke SPBU Jelang Kenaikan BBM, Dua Orang Ditangkap

Beli Bensin Gunakan Jerigen ke SPBU Jelang Kenaikan BBM, Dua Orang Ditangkap

MENGWI, balipuspanews.com – Dua orang berinisial HR,34, dan SJ,43, diamankan Polres Badung saat hendak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dengan membawa jerigen di SPBU Nomor 54.803.01, di Jalan Raya Sempidi, Kelurahan Kapal, Mengwi, Badung, pada Selasa (30/8/2022).

Dengan semangat 45, mereka membawa 4 jerigen dengan tujuan akan membeli bensin Pertalite sebelum kenaikan harga BBM 3 September 2022. Ternyata disana banyak juga masyarakat yang membeli dengan jerigen. Mereka pun rela berdesak-desakan mengantre mengular untuk mendapatkan bensin Pertalite.

Namun saat mengantre di SPBU anggota Satreskrim Polres Badung datang menggerebek. Belasan warga yang ngantre berhasil lolos dari penyergapan Polisi. Nahas bagi keduanya ditangkap tanpa perlawanan.

Menurut Kapolres Badung, AKBP Leo Ledy Defretes kedua tersangka ditangkap saat berada di SPBU Nomor 54.803.01, di Jalan Raya Sempidi, Kelurahan Kapal, Mengwi, Badung.

“Keduanya kedapatan sedang membeli bensin menggunakan empat jerigen ukuran besar. Bensin bensin itu dimuat mobil Toyota Vios DK 1627 ABJ,” bebernya didampingi Kasatreskrim AKP Putu Ika Prabawa dalam gelar jumpa pers di Mapolres Badung, Minggu (4/9/2022).

BACA :  Bagaimana Undang-Undang Ketenagakerjaan Jerman Mencegah Lamine Yamal Bermain 90 Menit di Euro 2024

Dalam pengakuan kedua tersangka, ratusan liter bensin dari empat jerigen itu akan dijual kembali secara eceran. Pihak kepolisian masih mendalami apakah tersangka menjual lagi ke orang lain.

“Mereka menjualnya ke masyarakat atau pedagang bensin eceran atau buka usaha sendiri, masih kami akan selidiki,” terang perwira lulusan Akpol Tahun 2002 ini.

Keterangan tambahan dari AKP Putu Ika Prabawa menegaskan bahwa menjual dan membeli bensin menggunakan jerigen itu dilarang. Terkecuali untuk orang-orang yang memiliki izin seperti nelayan yang sudah mengantongi izin.

Sehingga dalam kasus ini pihak SPBU yang menjual bensin eceran kepada tersangka akan diberikan sanksi administrasi.

“Kami dari kepolisian memang dilema dalam mengambil tindakan. Kalau ditindak pedagang eceran itu pasti diprotes karena mereka pedagang kecil, padahal sebenarnya itu sudah salah,” tutur mantan Kanit Reskrim Polsek Kuta ini.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular