Beli Hasil Panen Petani, Distan Pangan Bali Bagikan untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, IB Wisnuardhana (kanan) saat memberikan Bantuan Paket sembako kepada Masyarakat, Jumat (27/11) di Denpasar
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, IB Wisnuardhana (kanan) saat memberikan Bantuan Paket sembako kepada Masyarakat, Jumat (27/11) di Denpasar

DENPASAR, balipuspanews.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali berupaya membantu menyerap hasil petani di Bali yang kesusahan memasarkan hasil pertaniannya karena harga yang merosot atau murah.

Distan Pangan Bali berinisiatif dengan membeli aneka sayur di sejumlah sentral pasar di Bali untuk dibagikan kembali kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di Bali.

Pada pagi hari, berlokasi di kantor Distan Pangan Bali, Jumat (27/11), sebanyak 250 paket sembako dibagikan oleh Kepala Distan Pangan Bali, IB Wisnuardhana kepada masyarakat terdampak akibat Covid-19.

“Seperti kita ketahui, pandemi Covid-19 yang terjadi sudah hampir 9 bulan berdampak sangat dalam terhadap perekonomian masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sektor jasa dan pariwisata, oleh pekerja harian, akan tetapi juga oleh petani karena relatif sulitnya memasarkan produknya,” ungkap Wisnuardhana didampingi Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan I Nyoman Suarta.

Upaya ini dilakukan pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19. Khusus untuk sektor pertanian, sebagaimana arahan Bapak Gubernur Bali Wayan Koster agar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali selalu hadir membantu petani mengatasi kesulitannya, maka pertengahan 2020 program/kegiatan sektor pertanian telah direfocusing untuk lebih banyak mengalokasikan bantuan, fasilitasi, dan mengembangkan program padat karya sektor pertanian.

Termasuk dalam menyerap langsung produk petani yang berlebih khususnya sayuran, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menyediakan sejumlah dana.

Sampai saat ini, Distan Pangan Bali sudah membeli produk petani langsung ke lahan petani yang bersangkutan senilai Rp. 51.000.000,- dari petani di Baturiti, Kintamani, Petang, dan di lokasi sentra produksi lainnya.

“Walaupun jumlah yang dapat dibeli terbatas tetapi hal ini dapat mempengaruhi psikologi pasar sehingga harga jual di petani dapat meningkat,” imbuh birokrat asal Tabanan ini.

Produk pertanian yang dibeli dari petani langsung dibagikan secara gratis kepada masyarakat terkena dampak Covid-19. Sampai dengan saat ini telah dibagikan lebih dari 3.000 paket sembako produk pertanian lokal Bali kepada19 panti asuhan dan sejumlah kelompok masyarakat lainnya.

Mengingat masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan mengurangi kerumunan, pembagian sembako dilakukan secara simbolis dan secara sederhana yang hanya dihadiri para perwakilan kelompok masyarakat bertempat di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan