Rumah dijual
Rumah dijual

DENPASAR, balipuspanews.com – Kasus jual beli rumah antara Andrey Haryanto selaku pembeli dengan Diany Asmina Sinung selaku penjual berujung di pengadilan Negeri Denpasar.

Rumah yang beralamat di Jl Gedong Sari No. 3, Desa Peken Bali tersebut seyogyanya sudah dijual oleh pemilik pertama atas nama Diany Asmina Sinung kepada Andrey Haryanto selaku pembeli.

Rumah senilai Rp 1,5 miliar tersebut sesungguhnya sudah mendapatkan transaksi sejak September 2017 dan sudah terbayar lunas, sebut Andrey Haryanto, Selasa (16/6) via telepon.

Kata dia, pemiliknya bernama Diany Asmina Sinung justru tidak pernah mau meninggalkan rumah yang sudah laku dijual. Terpaksa pihaknya menempuh jalur hukum lantaran mediasi secara kekeluargaan tidak ditanggapi.

“Awalnya, pelaku minta waktu untuk mengurus proses perpindahan. Karena pertimbangan kemanusiaan maka kami tidak memaksanya. Namun semakin lama semakin banyak alasan. Kami menempuh jalur hukum untuk mendapatkan hak kami,” ujarnya.

Menurut Andrey, proses transaksi jual beli rumah terjadi sebagaimana biasanya yakni melalui broker. Transaksi pun dilakukan di Notaris sebagaimana biasa.

Saat transaksi, Andrey selaku pembeli membayar lunas dan full. Saat transaksi juga ada akta pengosongan rumah.

Penjual meminta waktu untuk pengosongan rumah karena sudah ada akta pengosongan rumah.

“Namun sampai dengan batas waktu untuk pengosongan rumah, penjual tidak mau mengosongkan rumah, tidak mau keluar dari rumah yang sudah dijualnya. Alasannya sangat tidak masuk akal yakni karena lupa mengenai transaksinya. Mediasi pun sudah dilakukan tetapi tidak mau keluar,” ujarnya.

Saat proses hukum pun, menurutnya pihak penjual tidak kooperatif, sering tidak hadir dengan alasan lupa dan sakit. Dari hasil penyidikan diketahui bahwa penjual tidak ada alasan yang kuat untuk mengosongkan rumah. Bahkan, sertifikat pun sudah berganti nama.

“Yang dipermasalahkan hanya terkait hukum Acara (bersurat / tidak ada surat), dan bukan materi perkara yang sebenarnya,” ujarnya.

Penulis/Editor : Jro/Artayasa

Facebook Comments