Keterampilan melayani konsumen dengan maksimal, selalu menjadi acuan Jo Barbershop
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Baru didirikan sejak 23 Desember 2017, Jo Barbershop yang terletak di kawasan Pedungan Denpasar ternyata langsung menyita perhatian dan digandrungi kalangan pria.

Usaha Jo Barbershop ini menawarkan layanan ‘cutting’, ‘coloring’ dan ‘shaving’. Pendirinya ialah Nita Jolie dan Komang Edi Satriawan, dengan modal usaha lebih dari Rp 100 juta. Lokasi yang dipilih mereka terletak di Jalan Pulau Moyo No. 57 Pedungan, Denpasar.

“Syukurnya, sejak dibuka Desember lalu, Jo Barbershop tidak pernah sepi pelanggan. Padahal saya dan Komang Edi tidak pernah promosi besar-besaran. Cukup dari media sosial saja, ternyata peminatnya sudah banyak. Dalam sehari konsumen yang datang antara 15-20 orang datang,” ujar Nita yang berasal dari Yogyakarta ini.

Dan meski dirinya seorang wanita, namun sejak masih SMP Nita menyatakan sudah terbiasa berkreasi memotong rambut pria. Maka tidak mengherankan apabila pilihannya terjun di usaha barbershop ini, karena bidang ini memang sudah tidak asing baginya.

“Mencukur rambut pria itu sebenarnya lebih rumit dari wanita. Salah sedikit saja model cukurannya, akan kelihatan. Tapi karena sudah terbiasa, maka saya justru tertantang untuk istilahnya ‘upgrade’ pria agar setelah keluar dari Jo Barbershop maka penampilannya menjadi ganteng dan lebih segar,” ujarnya.

Pendiri Jo Barbershop: Nita Jolie dan Komang Edi Satriawan

Sementara itu, Komang Edi menambahkan bahwa harga layanan jasa di Jo Barbershop mulai dari Rp 20 ribu. Harga ini dalam rangka diskon, sebagai ajang pengenalan barbershop tersebut ke masyarakat luas.

Pria asal Klungkung ini berharap, suatu hari nanti Jo Barbershop bisa membuka cabang di tempat lain dan lebih bisa diterima masyarakat luas. Harapan ini sudah mulai terlihat di mana pelanggan barbershop-nya, belakangan ini semakin meluas tidak hanya dari Pedungan saja.

Harapan lain yang digagas Komang Edi dan Nita ialah suatu hari nanti, Jo Barbershop tidak hanya memberi layanan untuk pria saja. Namun, para wanita dan anak-anak pun dapat turut merasakan layanan di tempat ini, dalam suasana rileks dan santai.

“Istilahnya, mungkin mengacu pada konsep barbershop keluarga. Tapi masih ‘step by step’. Kesuksesan seseorang kan tidak bisa seketika didapatkan,” ujar Komang Edi dan Nita hampir serempak.

Banting Setir

Nama Jo dipilih sebagai label usaha barbershop ini, dikarenakan cukup simpel dan gampang diingat. Baik Nita maupun Komang Edi berharap agar pemilihan nama ini dapat membawa hoki bagi usaha mereka.

Menariknya, ada kisah menarik sebelumnya terjalinnya kerja sama usaha barber ini. Komang Edi sebelumnya merupakan pegawai di staf Kedutaan Belanda. Lama-lama minatnya terhadap bidang cutting rambut malah lebih muncul, sehingga terinspirasi suatu saat nanti ingin memiliki usaha di bidang barbershop.

“Dari karyawan di Kedutaan Belanda, saya akhirnya banting setir di bidang barbershop. Tapi ini pilihan yang menyenangkan, hobi sekaligus lahan usaha,” ucap Komang Edi seraya tertawa.

Sedangkan Nita, memang sudah lama mendalami usaha di bidang salon sehingga tidak asing lagi ketika memutuskan terjun dan menggeluti barbershop.

“Dulu di Yogyakarta, saya sudah memiliki salon sendiri. Awalnya malah cuma bermodal satu kaca dan kursi, tapi peminatnya sudah ramai sampai antri. Ketika liburan ke Bali, malah saya merasa betah di sini dan ingin berkembang. Makanya saya memindahkan usaha di Bali,” ujar Nita.

Akan tetapi, tidak serta merta Nita bisa langsung memuluskan rencana membuka usaha di Bali. Setelah melalui beberapa hal, Nita kemudian diperkenalkan temannya dengan Komang Edi.

“Akhirnya di Jo Barbershop ini, saya dan Komang Edi berkolaborasi. Maunya cari tenaga stylist lagi biar dapat segera berkembang,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar...