Kamis, Juni 20, 2024
BerandaJembranaBendesa dan Prajuru di Tiga Desa Adat Dikukuhkan

Bendesa dan Prajuru di Tiga Desa Adat Dikukuhkan

JEMBRANA, balipuspanews.com– Bertepatan dengan rahina Purnama Kadasa, Minggu (24/3/2024 ), digelar Pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat di Wilayah Kecamatan Melaya dan Negara.

Diawali dengan pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Melaya yang dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Melaya, kemudian pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Tuwed di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Tuwed dan yang terakhir pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Puseh Agung, Kecamatan Negara.

Pengukuhan Bendesa Adat masa ayahan 2024–2029 dilakukan oleh Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana, Ir. I Komang Suarditha dikukuhkan sebagai Bendesa Adat Melaya dan I Made Warken sebagai Bendesa Adat Tuwed.

Keduanya tersebut merupakan petahana yang kembali dipercaya mengemban tugas sebagai bendesa adat oleh krama di masing-masing desa.

Sedangkan untuk Bendesa Desa Adat Puseh Agung Kecamatan Negara kini dijabat oleh I Ketut Budiarsa  mengganti Bendesa yang lama I Ketut Sujana yang telah usai masa jabatannya.

Pengukuhan dihadiri ketua MDA (Majelis Desa Adat) Jembrana, I Nengah Subagia, Bupati I Nengah Tamba, Kepala OPD terkait, Camat, perwakilan PHDI, Prebekel dan Bendesa serta krama masyarakat. Bupati Jembrana I Nengah Tamba berpesan kepada bendesa agar dapat bertugas dengan baik. Desa Adat dan Desa Dinas harus selaras dan harmonis.

BACA :  Kawasan Yeh Leh Siap Ditata

“Jangan sampai ada ketidakharmonisan, mari ajegan Adat dan Budaya Bali serta dukung dan sampaikan program-program pemerintah dalam mewujudkan Jembrana Emas 2026. Bendesa dan prajuru adat yang telah dikukuhkan agar dapat mengemban tugas dan kewajibannya dengan baik,” ungkapnya.

Tamba menuturkan dewasa ini ditengah derasnya arus perubahan yang terjadi menjadi tantangan tersendiri bagi desa adat dalam mengembangkan perannya serta memperkuat jati diri sebagai modal utama mendukung pembangunan yang berwawasan budaya.

Dengan dilantiknya bendesa dan prajuru desa adat, Ia mengajak bersama-sama menjaga dan memperkuat desa adat di era globalisasi ini.

“Ini merupakan wujud nyata memaksimalkan peran desa adat di dalam menentukan arah kebijakannya mendukung pembangunan dan memperkuat jati diri masyarakat Bali,” ucapnya.

Bupati Tamba juga menyampaikan terima kasih kepada bendesa dan prajuru sebelumnya yang sudah mengakhiri tugasnya dalam pengabdian.

“Karena kami di kabupaten sangat berkepentingan, kalau desa adat aman dan lancar akan meringankan tugas kami di Pemkab Jembrana karena program yang dirancang akan berjalan lancar,” ujarnya.

BACA :  Penghijauan di Puncak Landep, BMI Buleleng Tanam Pohon Langka

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular