SINGARAJA, balipuspanews.com – Berdalih untuk memenuhi kebutuhan hidup, Gede Ngurah Darma Yasa alias Ngurah nekat melakukan tindak pidana pencurian. Tak tanggung-tanggung aksi ini dilakukan di tiga TKP kawasan Desa Unggahan, Kecamatan Seririt, Buleleng. Kini, pria berumur 45 itu pun terancam mendekam di balik jeruji besi selama tujuh tahun lamanya.

Pelaku Ngurah mengaku telah melakukan aksi pencurian ini sejak Agustus 2018 lalu. Dimana saat itu ia mencuri sebanyak 13 ekor ayam serta satu ekor babi milik tetangganya di Desa Unggahan. Hewan-hewan ternak itu lantas dijual di pasar Seririt dengan total nilai Rp 1 juta.

Tak berhenti sampai disitu, pada Oktober 2018, Pelaku Ngurah juga tercatat melakukan tindakan pencurian mesin pompa air milik I Wayan Darma (43) warga asal Banjar Dinas Semega, Desa Unggahan, Kecamatan Seririt, serta mencuri 25 kilogram cengkih milik korban I Negah Suka Darma.

“Saya mencuri babi, ayam cengkih sama mesin air. Saya curi saat malam hari. Hasilnya untuk makan,” singkatnya.

Butuh waktu selama tiga bulan bagi aparat kepolisian sektor Seririt untuk mengungkap kasus pencurian tersebut. Dimana, pelaku Ngurah akhirnya berhasil ditangkap pada Minggu (27/1) di kediamannya, di Desa Unggahan.

Nah, dihadapan polisi, Ngurah mengaku telah menjual 25 kilogram cengkih hasil curiannya kepada seorang pemuda bernama I Kadek Ari Supariadnya alias Ceper (20).

 

Lalu, dari pengakuan itu, polisi kembali melakukan pengembangan. Hingga akhirnya Ceper pun juga harus berurusan dengan polisi. Pelaku Cepee mengaku pernah melakukan tindakan pencurian 25 kilogram cengkih pada Agustus 2017 lalu bersama rekannya I Gede Wirajaya alias Pogpog (39) warga asal Banjar Dinas Bale Agung, Desa Unggahan.

“Pelaku Ceper dan Pogpog akhirnya kami amankan Minggu (27/1). Mereka mengaku mencuri cengkih milik tetangganya Komang Tastra Agustus 2018 lalu. Cengkih-cengkih itu mereka jual kepada pengepul di kawasan Kecamatan Busungbiu seharga Rp 1 juta. Hasilnya langsung dibagi dua,” kata Kapolsek Seririt, Kompol I Wayan Suka.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku pun dijerat dengan pasal 363 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.