Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaDenpasarBerangsur Tumbuh, Bali Kelompok Tiga Besar Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi se-Indonesia

Berangsur Tumbuh, Bali Kelompok Tiga Besar Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi se-Indonesia

DENPASAR, balipuspanews.com
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan, perekonomian Bali berangsur-angsur pulih dan mampu tumbuh positif sebesar 8,09% (yoy) pada triwulan III-2022 atau lebih tinggi daripada triwulan sebelumnya yang mencapai 3,05% (yoy).

Pertumbuhan Bali pada triwulan III-2022 tersebut menjadikan Bali dalam kelompok tiga besar provinsi dengan pertumbuhan
ekonomi tertinggi se-Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Trisno Nugroho saat menyelenggarakan pelatihan onboarding UMKM dengan tema “Akselerasi UMKM 4.0: Transformasi
Digital UMKM Bali”. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Bank Indonesia bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Provinsi Bali, Inaproduct dan Tokopedia, Rabu (18/1/2023).

Acara yang dipusatkan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali ini dihadiri oleh Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, direktur inaproduct, dan kepala Kebijakan
Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia.

Acara diselenggarakan secara hybrid yang dihadiri oleh 134 UMKM secara luring dan 156 UMKM secara daring.

Pertumbuhan ekonomi Bali tersebut didorong kinerja lapangan usaha
yang berkaitan dengan pariwisata seiring meningkatnya kunjungan wisatawan domestik serta mancanegara.

Trisno menambahkan, UMKM juga memiliki peran strategis dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional. Kata dia, menurut data BPS, pada tahun 2022, UMKM menyumbang 58,6 persen dari PDB Indonesia dan menyerap 97,6 juta atau 90 persen tenaga kerja di Indonesia.

BACA :  Kunjungi TK Negeri Pejukutan, Dewan Temukan Sekolah Tidak Miliki Toilet

Adanya pandemi Covid-19 telah
mendorong perubahan model bisnis UMKM serta pola belanja masyarakat dari yang semula offline menjadi online. Peluang baru tersebut hanya dapat dinikmati oleh UMKM yang terus memiliki semangat untuk bertransformasi digital dan berinovasi untuk meningkatkan daya saing usaha dan produknya.

“Bank Indonesia terus mendorong transformasi digital UMKM untuk meningkatkan akses pemasaran secara
digital melalui program onboarding UMKM termasuk adaptasi penggunaan kanal pembayaran dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard),” terang Trisno Nugroho.

Lebih jauh Trisno Nugroho mengungkapkan, Bank Indonesia Provinsi Bali aktif mendorong penggunaan QRIS baik dari sisi merchant maupun
pengguna di berbagai sektor meliputi pasar tradisional, pusat perbelanjaan, minimarket, universitas, destinasi wisata, hotel, dan restoran.

Berdasarkan capaian, Provinsi Bali juga masuk sepuluh besar provinsi dengan jumlah merchant dan pengguna terbanyak se-Indonesia.

Oleh sebab itu, UMKM Bali diharapkan segera beradaptasi dengan penggunaan kanal pembayaran non tunai seperti QRIS, mobile banking dan internet banking agar transaksi menjadi cashless sehingga lebih cepat, mudah, aman, dan dapat dilakukan kapan dan dimana saja.

BACA :  Kabag Ren Dan Kasat Lantas Polres Jembrana Diganti

“Dengan kanal pembayaran non tunai, transaksi keuangan UMKM lebih transparan dan efisien. Apabila pencatatan keuangan baik, pelaku UMKM akan lebih mudah terhubung dengan akses
pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas UMKM,” pungkas Trisno Nugroho.

Sementara Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Siti Azizah menyampaikan, Indonesia adalah negara dengan potensi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$77 miliar per Desember 2022.

Namun, tantangan utama transformasi digital UMKM adalah literasi digital di Indonesia yang masih tergolong rendah.

Kata Azizah, berdasarkan hasil survei
World Digital Competitiveness menyatakan, Indonesia masih berada di peringkat 53 dari 63 negara.

Oleh sebab itu, diperlukan dukungan, kerja sama dan kolaborasi berbagai stakeholder dalam mewujudkan percepatan pembangunan ekosistem ekonomi digital di Indonesia.

Lebih lanjut, Azizah mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan ini untuk bersama-sama mendukung pencapaian target pemerintah mewujudkan 30 juta UMKM “go digital” pada tahun 2024.

Kegiatan ini bermanfaat bagi pelaku UMKM agar dapat memperluas pasar, memperkenalkan merek dan
meningkatkan penjualan melalui media digital yang mudah diakses.

BACA :  Gelaran MotoGP kembali Hadir, Dapatkan Tiket di Aplikasi MyPertamina

Dilain sisi, Kepala OJK Regional 8 Balinusra, Giri Tribroto, menyampaikan, pada bulan November 2022, pertumbuhan kredit perbankan Bali kepada UMKM mencapai 10,30 persen (yoy) dengan porsi kredit sebanyak 52,21 persen dari total kredit yang disalurkan sebesar Rp 98,54 triliun.

Giri menambahkan, UMKM memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi karena UMKM terbukti tangguh dan dapat pulih dengan cepat serta menjadi buffer dan motor penggerak perekonomian Indonesia.

Oleh sebab itu, UMKM perlu didukung dari segala aspek untuk naik kelas antara lain melalui pemahaman mengenai cara mengelola keuangan, mengidentifikasi produk atau jasa keuangan yang tepat, serta memfasilitasi akses permodalan melalui Kredit usaha Rakyat (KUR) dan Ultra Mikro.

Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Hilmy Adrianto, mengapresiasi Bank Indonesia dan OJK yang turut mendukung dan bersinergi dengan Kementerian Koperasi dan UKM,
Inaproduct serta Tokopedia dalam mengakselerasi UMKM masuk ke dalam ekosistem digital.

Hilmy menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian klinik digital yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM yang berkolaborasi dengan Inaproduct dan Tokopedia. Kegiatan di Bali ini merupakan penyelenggaraan ke-3 dimana sebelumnya dilakukan di Yogyakarta dan Medan.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular