Minggu, Juli 21, 2024
BerandaBulelengBerat Badan Melebihi 100 Kilogram Akibat Diabetes, Seorang Dokter di Buleleng Dievakuasi...

Berat Badan Melebihi 100 Kilogram Akibat Diabetes, Seorang Dokter di Buleleng Dievakuasi Menggunakan Skylift

BULELENG, balipuspanews.com
Seorang dokter berinisial Made WA,52, di Kelurahan Banyuasri, Singaraja harus dievakuasi dari lantai dua rumahnya dengan skylift sebelum dilarikan ke RSUD Buleleng, Senin (17/7/2023).

Evakuasi melibatkan petugas gabungan Basarnas, Dinas Perhubungan, TNI/Polri, dan aparat kelurahan.

Selama proses evakuasi bahkan petugas sempat mengalami sedikit kesulitan, sebab akibat penyakit yang dideritanya WA susah untuk bergerak.

Lurah Banyuasri, Ketut Darmika menyebut sejatinya proses evakuasi direncanakan akan dilakukan pada Jumat kemarin, sebab kondisi WA sudah semakin menurun dan harus mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Sakit sudah lama lebih dari 10 tahun. Badannya sudah membengkak sebab hanya di dalam kamar dan susah bergerak. Tadinya mau dievakuasi lewat tangga tapi tidak cukup jadi harus lewat balkon. Kalau untuk aktivitas hanya di tempat tidur selama sakit,” terang Darmika.

Pihaknya pun memperkirakan berat badan dari dokter WA sudah melebihi dari 100 kilogram mengingat kondisi tubuh yang sudah mengalami pembengkakan. Kini pihaknya tetap berharap dengan evakuasi yang dilaksanakan bisa segera membantu memulihkan kondisi warganya itu.

BACA :  Belanja dan Pengelolaan Keuangan Pemkab Buleleng Didorong Efektif dan Efisien

“Selama ini dia menolak dirawat karena dia merasa seorang dokter. Kalau dilihat sekilas lebih dari 100 kilogram berat badannya, ya mudah-mudahan evakuasi membantu memulihkan kondisinya,” harapnya.

Sementara itu Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha membenarkan bahwa teman satu profesinya sedang menjalani perawatan di RSUD Buleleng usai dilakukan proses evakuasi dari kediamannya.

Saat ini sang dokter sedang menjalani opname di ruang intensif, namun demikian terkait penyakit yang diderita pasien, sementara hanya diketahui menderita diabetes sejak 10 tahun terakhir.

“Untuk hasil diagnosis lengkapnya masih belum saya terima, memang karena kondisi beliau cukup lemah dan akses keluar kamar melalui tangga rumah kecil jadi diambil langkah evakuasi dari kamar menggunakan alat skylift. Ya kita akan lakukan upaya maksimal agar bisa cepat pulih kembali,” paparnya.

Selain itu, dr Arya menampik jika rekan sejawatnya sebelumnya menolak untuk di evakuasi. Akan tetapi proses evakuasi belum dilaksanakan mengingat masih perlu adanya pertimbangan pihak keluarga.

“Saya juga ingin meluruskan beliau tidak ada penolakan untuk dievakuasi atau dirujuk sebelumnya tapi karena masih mempertimbangkan bersama keluarganya jadi kita tidak tahu persis situasi keluarga yang penting hari ini sudah kita bantu rujuk ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan perawatan,” pungkasnya.

BACA :  Kunjungi TK Negeri Pejukutan, Dewan Temukan Sekolah Tidak Miliki Toilet

Penulis: Nyoman Darma
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular