Pelaku diamanatkan oleh aparat keamanan
Pelaku diamanatkan oleh aparat keamanan

BULELENG, balipuspanews.com – Berawal dari bola volly, kasus pencurian yang terjadi pada Sabtu (23/5/2020) pukul 08.00 wita di SDN 2 Panji Anom, Banjar Dinas Lebahsiung, Desa Panji Anom, Buleleng akhirnya terungkap.

Pelaku KDM (19), PHSW (19), KFS (17), ALA (16) ditangkap dan diamankan di Mapolsek Sukasada, namun dua diantaranya yang merupakan anak masih dibawah umur tidak ditahan.

Pengungkapan kasus pencurian ini terbilang unik yaitu berawal dari sebuah bola Voli.

Kapolsek Sukada Kompol Nyoman Landung, SH menjelaskan kronologi pengungkapan kasus yang sudah terjadi bulan maret tersebut berawal dari bola voli yang dibawa untuk bermain dengan teman teman pelaku dilapangan desa, kemudian salah seorang anak yang masih berstatus sebagai murid di sekolah tempat pelaku melakukan aksinya mulai mengenali ciri ciri dari bola yang dibawa pelaku, sontak saja sang anak tersebut melaporkan ke pihak kepala sekolah,

“Ini dilakukan sejak bulan maret dan sampai 10 hari dan ini memang unik karena kita bisa ungkap ini dari sebuah bola voli yang menjadi barang bukti dipakai bermain dengan kawan kawannya di dilapangan desa,” ungkapnya Kamis (4/6/2020)

Mendengar hal tersebut Kepala sekolah I Made Warna (60) langsung mendatangi Mapolsek Sukasada untuk melaporkan dan memberikan informasi terkait apa yang dijelaskan salah satu anak didiknya. Pihaknya yang menerima informasi langsung mengamankan barang bukti sekaligus pemiliknya untuk dikembangkan kembali.

Tak butuh waktu lama akhirnya barang bukti lainnya kembali ditemukan. Barang barang tersebut berupa 1 buah LCD proyektor VIEW SONIC, 2 Set Komputer yang terdiri dari, 2 buah CPU, 2 buah Monitor, 2 buah keyboard, 2 buah printer merk Epson type L360, merk Laser Jet M1132MPF, 2 buah stavol, 2 buah speaker aktif merk DAZUMBA merk Quatro 2, dan 2 buah gitar bolong kayu disimpan pelaku di rumah serta kos-kosan temannya

” Kepala sekolah dengan sigap melaporkan dan memberikan informasi kejadian tersebut ke pihak kami sehingga barang langsung bisa diamankan dan kebetulan barang tersebut ada yg mengakui akhirnya barang bukti lainnya ditemukan, ternyata ditaruh dan dititipkan dikost teman mereka” tambahnya

Dari informasi yang dihimpun tersangka melakukan aksinya 3 kali dalam sehari, jam 11.00 Wita, Jam 14.00 Wita dan jam 2.00 Wita dini hari, dari proses tersebut keempat pelaku terjerat pasal 363 pencurian pemberatan dengan acaman hukuman 7 tahun penjara

Penulis : Nyoman Darma/artayasa