Selasa, April 16, 2024
BerandaDenpasarBerdalih Sepi Job, Tukang Cukur Rambut Nyambi Jual Narkoba

Berdalih Sepi Job, Tukang Cukur Rambut Nyambi Jual Narkoba

DENPASAR, balipuspanews.com – Berdalih sepi job, tukang cukur berinisial PY,25, memilih nyambi menjual narkoba. Apes, kerja sampingan itu tercium tim Berantas BNNP Bali. PY yang bertransaksi di Banjar Kawan, Desa Kawan, Bangli, Rabu (18/8/2021) sekitar pukul 18.30 WITA itu langsung diamankan. Dari tangan tersangka disita barang bukti ganja kering seberat 46,10 gram.

Menurut Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, tersangka ditangkap setelah mengambil paketan di depan toko Murni gorden, Jalan Brigjen Ngurah Rai Br. Kawan, Bangli. Paketan itu ditujukan kepada si penerima Sang Nyoman tinggal di Bali.

Setelah paketan di buka, ditemukan selembar baju kemeja warna hitam. Ternyata baju itu hanyalah modus. Di dalam baju itu ditemukan bungkusan plastik berisi ganja kering 46,10 gram.

Brigjen Sugianyar menjelaskan tersangka adalah seorang tukang cukur yang sepi job dan beralih profesi jadi pengedar narkoba. Sebelumnya pria asal Semarang, Jawa Tengah ini seorang pengguna narkoba.

“Sebelum pandemi Covid-19, dia beroperasi di daerah Kuta dan pindah ke Tabanan. Alasannya mencari sewa tempat cukur yang murah. Tapi di sana dia jadi pengedar ganja,” beber jenderal bintang satu dipundak itu didampingi Kabid Berantas Agus Arjaya.

BACA :  Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Peternak Ayam Diamankan

Selain tersangka PY, petugas BNNP Bali juga membekuk residivis narkoba, AS,36. Ia ditangkap di rumah kosnya di Pondok Astari Kamar, Desa Tuban, Kuta, pada Jumat (17/9/2021) sekitar pukul 10.30 WITA.

Dari tangan tersangka ini diamankan 36 bungkus kulit permen berisi shabu seberat 18,09 gram. Selain itu 19 bungkus plastik berisi 95 butir ekstasi.

“Tersangka ini merupakan residivis kasus narkoba. Dia keluar dari penjara tahun 3017. Tersangka ini mengaku jadi pengedar narkoba karena masalah ekonomi,” ujarnya.

Mantan Kabid Humas Polda Bali ini menyebutkan dari pengungkapan tiga kasus ini menunjukan penyalahguna narkoba menyasar semua kalangan. Dari tukang cukur sampai mahasiswa terlibat kasus narkoba. Dari tiga kasus ini juga kesamaannya, yaitu permasalahan ekonomi dan sosial.

“Narkotika di Bali sudah masuk ke desa-desa. Ini adalah ancaman serius. Perlu kerja sama yang baik dari semua pihak. Kami harapkan peran serta masyarakat,” tandasnya.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular