Salah satu warga asing mendapatkan perawatan instensif di salah satu RS di Bali
Salah satu warga asing mendapatkan perawatan instensif di salah satu RS di Bali

DENPASAR, balipuspanews.com – Dinas Kesehatan provinsi Bali menyatakan ada tujuh warga yang sedang dalam pengawasan ketat terkait merebaknya wabah Corona.

‘Pasien dalam pengawasan yang menunjukkan gejala, namun masih menunggu hasil labotarium di RS Sanglah ada 2 orang, di RS Tabanan 1 orang, di RS Mangusada ada 1, di RS Sanjiwani Gianyar ada 3,” kata Kadis Kesehatan dr I Ketut Suarjaya usai Rapat koordinasi kesiap-siagaan menghadapi virus corona di rang Rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Selasa (3/3) Pagi

Umumnya mereka terawat mengalami gejala-gejala seperti flu, namun masih dalam observasi. Kita melakukan dua kali uji labotarium selama 2 hari.

Sementara itu, terkait orang dalam pemantauan saat ini, jelas Suarjaya jumlahnya ada 13 orang dimana kebanyakan sempat bepergian ke luar negeri namun tidak menunjukkan gejala seperti dimaksud.

‘Tetap kita pantau, meskipun semuanya dalam kondisi sehat dan sudah melewati masa inkubasi virus. Semuanya juga sudah di cek lab, dan jika negative berarti mereka ini sudah clear,” jelasnya.

Sementara itu dijelaskan jumlah kasus keseluruhan sampai tanggal 3 Maret 2020 yakni pasien dalam pengawasan : 29 orang.

Sudah keluar hasil labotarium sebanyak 22 orang hasil negatif, sedangkan nenunggu hasil labotarium sebanyak 7 orang.

Jumlah kasus dalam pengawasan hari ini tanggal 3 Maret 2020 yakni RSUP Sanglah berjumlah 3 orang yakni bayi 11 bulan, laki-laki asal Jepang dan perempuan Indonesia.

Sedangkan RSUD Sanjiwani Gianyar sebanyak 3 orang yakni wisatawan asal Rusia dan 2 wisatawan dari Denmark.

di RSUD Wangaya sebanyak 1 orang asal Indonesia.

” Termasuk keluarga orang-orang yang dalam pengawasan, mereka terus dipantau oleh petugas kesehatan,” jelasnya.

Pihaknya tetap atensi resiko-resiko, terutama jika ada notifikasi dari negara-negara sahabat terkait warganya yang berkunjung ke Bali.

“Kepada masyarakat, kita ajak untuk menjaga kesehatan dan lingkugan sekitar agar tetap bersih. Virus memang belum ada obatnya sampai saat ini namun kuncinya ada pada imunitas tubuh kita,” ujarnya. (art/bpn/tim)