Berhasil Amankan Puluhan Peserta Balap Liar, Polsek Kota Mengaku Pakai Cara Jitu

Para pelaku trek-trekan yang berhasil diamankan oleh pihak Mapolsek Singaraja (29/10/2020)
Para pelaku trek-trekan yang berhasil diamankan oleh pihak Mapolsek Singaraja (29/10/2020)

BULELENG, balipuspanews.com – Balapan liar terus meresahkan masyarakat, selain meresahkan aksi balap liar di beberapa tempat di kota Singaraja juga digelar saat pandemi masih berlangsung. Sementara itu pihak GTPP Covid-19 Buleleng masih gencar memutus rantai penyebaran virus. Pihak kepolisian akhirnya berhasil mengamankan puluhan remaja yang mengikuti balap liar di wilayah seputar Kota Singaraja, pada tanggal (29/10/2020) malam.

Kapolsek Kota Singaraja I Made Santika mengungkapkan pihaknya terus melaksanakan patroli untuk mengamankan beberapa lokasi di wilayah Kota Singaraja yang diduga sering dipakai untuk aksi balapan liar. Akhirnya hal itu berhasil terbukti saat pihaknya melaksanakan patroli di jalur Penarukan dan berhasil mengamankan enam belas orang pelaku trek-trekan.

Pihaknya mengakui proses pengamanan terhadap para peserta trek-trekan dilakukan dengan menurunkan anggota intel, reskrim, dan beberapa informan dari masyarakat yang menyelinap ke masing masing kelompok peserta balap liar.

“Untuk kamis malam ada 16 orang yang diamankan. Kita menggunakan anggota intel dan reskrim kita yang tidak berseragam dan kita masukkan kedalam kelompok kelompok mereka,” jelasnya, Sabtu (31/10/2020).

Dari keseluruhan peserta yang diamankan hampir rata-rata diungkapkan sepeda motor yang dipakai sudah mengalami modifikasi baik itu mesin, knalpot, dan bagian bagian lain yang sudah siap dipakai untuk melaksanakan balapan liar.

Dalam operasi tersebut dirinya juga mengakui bahwa berhasil mengamankan dua sepeda motor yang akan beradu saat operasi berlangsung. Pengamanan dilaksanakan sampai akhirnya para peserta balap liar berkumpul tepatnya pukul 24.00 Wita sampai 01.00 Wita. Para peserta balapan liar tidak serta merta datang bersamaan, akan tetapi beberapa dari mereka menggunakan media sosial untuk mengundang peserta lainnya untuk hadir di arena balapan liar.

“Kita kemarin kirim anggota untuk menunggu ditempat yang diberitahukan informan dan ternyata benar mereka datang sekitar jam 12 sampai jam 1 dini hari, akan tetapi kita sudah tandai siapa siapa yang akan bermain dan kita berhasil amankan, mereka juga memakai akses sosial media untuk mengumpulkan teman teman mereka,” imbuhnya.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan tindakan selanjutnya akan memanggil orang tua masing-masing yang ditangkap agar mereka tau kelakuan anaknya sudah mengancam keselamatan orang lain maupun diri nya sendiri.

Selain memanggil orang tua, juga akan melaporkan ke pihak sekolah agar ikut mengawasi anak didiknya sehingga hal yang sama tidak terjadi lagi.

“Anak dibawah umur ada beberapa, yang umur lebih dari 20 juga ada, nanti kita akan beritahu orang tua mereka,” tutupnya.

Penulis : Nyoman darma

Editor : Oka Suryawan