Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Bali Buleleng Berikan Peluang Penjualan, e-Semeton Hadir Untuk Berdayakan Produk Lokal

Berikan Peluang Penjualan, e-Semeton Hadir Untuk Berdayakan Produk Lokal

BULELENG, balipuspanews.com – Keberadaan produk-produk lokal memang harus diperhatikan sebab hampir masing-masing produk lokal memiliki kualitas yang terbaik untuk dipasarkan. Saat ini proses pemasarannya pun terbilang masih tersendat akibat terkena imbas covid-19, sehingga dibutuhkan sebuah aplikasi jual beli yang saat ini masih masifnya aplikasi jual beli online yang didominasi oleh perusahaan nasional.

Kendati demikian sebetulnya di Bali sudah ada yang memiliki aplikasi jual beli yang dikembangkan oleh perusahaan lokal. Aplikasi tersebut adalah e-semeton yang dikembangkan oleh PT. Dimata Sora Jayate, sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak yang berkantor di Denpasar.

Mengenai aplikasi itu sendiri, Direktur PT. Dimata Sora Jayate I Ketut Kartika Tanjana mengungkapkan aplikasi yang menargetkan pengguna pelaku usaha lokal itu pada saat ini sedang digalakkan untuk membantu jual beli online produk lokal Buleleng pada pada masa pandemi Covid-19, melalui Kerjasama antara PT. Dimata Sora Jayate dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Program kerjasama itu telah disosialisasikan kepada masyarakat Buleleng melalui webinar pada tanggal 7 Oktober lalu.

e-Semeton merupakan sebuah aplikasi berbasis web dan mobile yang menjadi ekosistem digital dalam mendukung, mempercepat dan mengembangan proses bisnis dari Koperasi, UMKM, dan Petani lokal. Maka dari itu hadirnya e-Semeton bertujuan untuk membantu pelaku usaha lokal yang belum melek teknologi agar dapat menjalankan bisnis secara digital sehingga dapat mempercepat pengembangan bisnisnya.

“Digitalisasi adalah sebuah keniscayaan, namun kondisi masyarakat sebagian besar belum dapat memanfaatkan teknologi digital untuk peningkatan ekonomi secara baik. Untuk itu e-Semeton hadir di sini,” jelasnya beberapa hari sebelumnya.

Lebih jauh Kartika memaparkan, e-Semeton juga hadir sebagai alternatif aplikasi jual beli online yang memprioritaskan produksi dari pelaku usaha lokal. Hal itu juga menjadi salah satu motivasi Kartika untuk mendirikan e-Semeton, karena menurutnya aplikasi jual beli online belum bisa memfasilitasi pelaku usaha lokal di daerah yang jauh dari kota besar.

“Kami melihat produk e-commerce yang ada saat ini sebagian besar produk impor yang perdagangannya terpusat di kota-kota besar, masyarakat daerah hanya sebagai pembeli,” imbuhnya.

Dengan menarget pengguna dari kalangan petani dan UMKM lokal, e-Semeton memasarkan produk maupun jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Semua itu telah difasilitasi dengan sejumlah fitur yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha.

Agar pelaku usaha dapat menggunakan e-Semeton dengan baik, pihaknya juga memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha pengguna e-Semeton untuk mengelola usaha mereka secara digital.

Selain itu, dalam penjualan produknya para pelaku usaha juga dibantu melalui jaringan distribusi e-Semeton yang menampung produk-produk mereka, sampai mereka memiliki toko sendiri untuk menampungnya.

Berbasis ekonomi kerakyatan, Kartika optimis e-Semeton dapat meningkatkan jangkauannya di Bali bahkan hingga se-Indonesia meski di tengah masifnya aplikasi jual beli yang beredar di masyarakat. Dengan strategi “blue ocean marketing”, e-Semeton akan menciptakan ruang pasar yang berbasis kekuatan ekonomi kerakyatan yang dijalankan dengan baik.

“e-Semeton akan memberikan pengalaman bahwa belanja online di e-Semeton lebih efisien dan terpercaya, mengingat pedagang dan pembeli merupakan satu komunitas yang sebagian besar saling mengenal satu sama lain,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of