Selasa, Mei 21, 2024
BerandaNewsHukum & KriminalBerkas tak Kunjung Dilimpahkan, Jaksa Terkesan Tutupi Kasus Korupsi Yayasan Al Ma'ruf...

Berkas tak Kunjung Dilimpahkan, Jaksa Terkesan Tutupi Kasus Korupsi Yayasan Al Ma’ruf ?

Denpasar, balipuspanews.com Kasus dugaan korupsi bantuan dana hibah Yayasan Al Ma’ruf sebesar Rp 200 juta, terkesan ditutup-tutupi oleh oknum pihak Kejaksaan. Selain tiga tersangka tidak ditahan yakni Muhamad Saifudin, Supeni Mayangsari alias Bu Jero dan H. Miftah Aulawi Noor, hingga kini berkas tak kunjung dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, Denpasar tanpa alasan yang jelas. Diduga kuat, kasus korupsi itu ada intervensi dari oknum pejabat Kejaksaan Agung.

Aroma tak sedap dalam kasus ini sudah terlihat sejak pelimpahan dari Polresta Denpasar ke kejaksaan Negeri Denpasar, Kamis (6/9) lalu. Terlebih saat ditangani Polresta Denpasar, ketiga tersangka tidak ditahan alias penahananya ditangguhkan. Hal yang sama juga terjadi di kejaksaan, ketiganya tidak ditahan dengan alasan koorperatif diperiksa, tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti.

Semestinya, setelah kasus ini ditangani pihak Kejaksaan, langsung dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar. Kenyataannya, sudah sebulan kasus korupsi ini mengendap di Kejaksaan dan belum tampak tanda-tanda persidangan.

“Paling lama dua minggu langsung dapat jadwal sidang, aneh juga belum di sidang sampai sekarang,” jelas sumber di kejaksaan yang ditemui Jumat (12/10) lalu.
Lambannya pelimpahan kasus korupsi yang merugikan pihak yayasan Al Ma’ruf sebesar Rp 200 juta ini diduga kuat adanya intervensi dari pejabat Kejaksaan Agung yang diteruskan ke jajaran Kejaksaan Negeri Denpasar.

Apalagi diisukan agar perkara ini tidak sampai disidangkan di Pengadilan Tipikor Denpasar. “Dugaannya seperti itu ada intervensi dari oknum pejabat Kejaksaan Agung,” beber sumber yang enggan disebut namanya itu.

Mirisnya, saat dikonfirmasi terkait penanganan kasus ini, Kasi Intel Kejari Denpasar, Agus Sastrawan mengeluarkan komentar yang janggal. Ia membenarkan jika perkara korupsi Al Ma’ruf ini belum dlimpahkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar. Menurutnya, saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih mempelajari perkara ini karena tersangka mengajukan alat bukti baru.

“Sekarang masih dipelajari karena tersangka mengajukan alat bukti baru,” jelas Agus Sastrawan yang dikonfirmasi wartawan via telpon, Jumat (12/10) lalu.
Jika ditelisik, sejatinya sesuai SOP, perkara yang sudah P-21 atau berkasnya lengkap sudah tidak bisa lagi dirubah. Apalagi ditambahkan alat bukti baru seperti yang dijelaskan Kasi Intel. Jika demikian halnya, diduga kuat akan terjadi kongkalikong dalam kasus ini dan bisa “membebaskan” atau “meringankan” perbuatan tiga tersangka.

BACA :  Diresmikan Elon Musk, Puskesmas Pembantu Sumerta Kelod Denpasar Gunakan Internet Starlink

Sebelumnya, Ketua Ombudsman Bali, Umar Al Khatab mengkritik pihak kejaksaan yang tidak menahan ketiga tersangka. Bahkan ia menyebut Kejari Denpasar diskriminatif karena membedakan perlakuan koruptor.

Seperti diberitakan, tiga tersangka yakni Muhamad Saifudin, Supeni Mayangsari alias Bu Jero dan H Miftah Aulawi Noor, ditangkap Polresta Denpasar dalam kasus korupsi dana hibah untuk kegiatan perjalanan ziarah ke Wali Songo dan pengadaan pakaian seragam pada APBD Perubahan TA 2016.

Korupsi berawal 30 Desember 2016 lalu dan pengajuan bantuan dana hibah ini dibantu oleh tersangka H Mohamad Saifudin sebagai Pembina yayasan Al-Ma’ruf dan tersangka Supeni Mayangsari. Pemerintah Kota Denpasar akhirnya mengucurkan dana hibah sebesar Rp200 juta.

Ternyata setelah bantuan dana hibah cair, H Miftah Aulawi Noor tidak dapat mempertanggungjawabkan dana bantuan hibah tersebut yang belakangan menggunakan nota dan kwitansi fiktif. Berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan Negara dari BPKP Perwakilan Bali menyatakan bahwa perbuatan tersangka telah mengakibatkan kerugian Keuangan Negara atau Daerah sebesar Rp200 juta. (pl/bpn/tim)

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular